Milomir Seslija Pasang Badan Usai Persis Solo Kalah Telak Lawan Dewa United: Ini Situasi Sulit, Tapi Saya Jamin Tak Akan Degradasi
Niko Auglandy• Senin, 22 Desember 2025 | 00:14 WIB
Skuad Persis Solo Musim 2025-2026.
SOLOBALAPAN.COM – Skor akhir 1-5 di papan skor Banten International Stadium memang menyakitkan.
Namun, Pelatih Kepala Persis Solo, Milomir Seslija, bersikeras bahwa anak asuhnya sejatinya tidak pantas kalah dengan margin setelak itu dari Dewa United, Sabtu (20/12/2025).
Dalam konferensi pers pascalaga, pelatih yang akrab disapa Milo ini membongkar biang kerok kehancuran Laskar Sambernyawa.
Bukan karena kalah taktik secara keseluruhan, melainkan karena serangkaian kesalahan individual fatal yang seharusnya "haram" dilakukan di level profesional.
Rencana Awal Berantakan Karena Kesalahan Dasar
Milo menilai Persis Solo memulai laga dengan sangat baik.
Rencana permainan sempat berjalan mulus dan tim mampu mengontrol fase awal pertandingan.
Namun, momentum itu hancur seketika saat pemain mulai melakukan error yang tidak perlu.
“Lalu ada hal-hal yang tidak boleh terjadi dalam sepak bola dan itulah mengapa saya tahu ini sangat sulit,” ujar Milo dengan nada kecewa.
Ia menyoroti hilangnya fokus pada aspek-aspek fundamental sepak bola yang menjadi penyebab utama timnya jadi bulan-bulanan lawan.
“Dalam sepak bola kami harus berduel, harus memiliki umpan yang bagus, dan harus memenangkan bola kedua (second ball). Kami akan memperbaiki ini semua,” tegasnya.
Janji Milo: "Solo Akan Tetap di Liga!"
Kekalahan ini memang membuat Persis Solo makin terbenam di papan bawah dan terancam degradasi.
Namun, Milo menolak untuk lempar handuk.
Ia pasang badan dan menjamin bahwa Laskar Sambernyawa akan bertahan di kasta tertinggi musim depan.
“Saya tahu ini akan sulit, tetapi Solo akan tetap berada di Liga,” ucap Milo penuh keyakinan. Ia percaya dengan sisa pertandingan yang ada, timnya bisa membalikkan keadaan.
Sutanto Tan: Kami Percaya Proses Coach Milo
Di sisi pemain, gelandang Sutanto Tan mengakui bahwa tim masih dalam tahap adaptasi dengan gaya kepelatihan Milo yang baru saja kembali menukangi tim.
Ia meminta rekan-rekannya untuk tetap percaya pada proses dan bekerja lebih keras.
“Pertama tentu adaptasi dengan Coach Milo. Kami harus percaya dengan pelatih... Semua pemain tetap percaya kami bisa keluar dari degradasi,” pungkas Sutanto.
Kekalahan telak ini menjadi alarm keras.
Kini, tugas Milo bukan hanya membenahi taktik, tapi juga memperbaiki mentalitas pemain agar tidak lagi melakukan "dosa-dosa" elementer di lapangan. (nik/did)