SOLOBALAPAN.COM - Era baru Persis Solo di bawah komando Milomir Seslija resmi dimulai.
Tanpa membuang waktu, pelatih yang akrab disapa Coach Milo ini langsung memimpin latihan perdana Laskar Sambernyawa di Lapangan Pusporenggo, Boyolali, Rabu (17/12).
Menggantikan Peter de Roo, Milo langsung tancap gas membenahi masalah paling mendasar yang menghantui tim: Mentalitas.
Filosofi Milo: Habiskan Kesalahan di Latihan
Dalam sesi latihan yang dihadiri seluruh penggawa tersebut, Milo memberikan instruksi psikologis yang kuat.
Ia menekankan agar Sutanto Tan dan kawan-kawan tidak bermain di bawah tekanan rasa takut.
Bagi Milo, kesalahan dalam latihan adalah hal yang wajib dilakukan untuk pembelajaran, agar kesempurnaan bisa diraih saat pertandingan sesungguhnya.
“Pemain tidak boleh takut berbuat salah dalam latihan. Karena jika kita melakukan banyak kesalahan di latihan, akan ada kekurangan kesalahan (minim error) dalam pertandingan,” tegas juru taktik asal Bosnia itu.
Ia menuntut pemain untuk berani berimprovisasi dan mencoba hal-hal baru demi meningkatkan kepercayaan diri.
Bangun 'Chemistry' dan Disiplin
Selain aspek mental, Milo juga menyoroti pentingnya kekompakan (compactness) dan sikap (attitude).
Ia ingin skuad Persis Solo menjadi satu unit yang solid, saling mendengar, dan disiplin dalam menjalankan instruksi.
"Saya pikir mereka sudah sedikit bangun. Ada banyak disiplin. Setelah pertandingan, mereka akan memiliki kepercayaan dan akan semakin baik," ujarnya optimistis setelah melihat respons pemain di hari pertama.
Kejar Tayang: Tidak Ada Waktu untuk Santai
Milo menyadari tugas berat yang diembannya.
Dengan posisi tim yang terpuruk dan jadwal kompetisi yang padat (pertandingan setiap 7 hari plus perjalanan), ia menuntut para pemain untuk belajar cepat (fast learner).
“Kita tidak memiliki terlalu banyak waktu... Tidak boleh ada yang lambat,” tandasnya.
Meski demikian, Milo menilai sesi latihan perdana ini berjalan cukup positif ("tidak terlalu buruk") dan meyakini bahwa dengan kerja keras, Persis Solo bisa segera bangkit ke jalur kemenangan. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo