From Solo With Love: Aksi Suporter Persis Solo Galang Donasi dan Lelang Jersey untuk Banjir Sumatera
Mannisa Elfira• Rabu, 10 Desember 2025 | 21:45 WIB
Pemantaua dari udara wilayah terdampak banjir di Tapanuli, Provinsi Sumatera Utara (Sumut).
SOLOBALAPAN.COM – Rivalitas hanya 90 menit di lapangan, selebihnya adalah urusan kemanusiaan. Semangat inilah yang ditunjukkan oleh barisan suporter Persis Solo.
Melihat saudara sebangsa di Sumatera sedang berduka akibat bencana banjir bandang, pendukung Laskar Sambernyawa bergerak cepat.
Melalui gerakan bertajuk "Football for Humanity: From Solo With Love", mereka bahu-membahu mengumpulkan donasi dana dan logistik.
Sambernyawa Rescue Team: Tembus Rp 5 Juta Lebih
Pengurus Sambernyawa Rescue Team (SRT), Amung Adi, menjelaskan bahwa aksi ini murni inisiatif akar rumput.
Dibuka sejak 2 Desember, penggalangan dana resmi ditutup pada Senin (9/12/2025) malam.
Meski demikian, angka donasi masih terus bergerak naik. Hingga penutupan, dana tunai yang terkumpul telah melampaui angka Rp 5 juta.
“Alhamdulillah, terakhir kami menghitung tadi malam, totalnya sudah sekitar Rp 5 juta lebih. Masih bisa bertambah karena ada kawan-kawan yang berkomunikasi dengan kami soal lelang jersey Persis Solo,” jelas Amung kepada Jawa Pos Radar Solo.
Nantinya, seluruh dana akan disalurkan melalui lembaga yang kredibel agar bantuan benar-benar tepat sasaran dan sampai ke tangan yang membutuhkan.
Surakartans Food Bank Kirim Ratusan Kilo Beras & Pakaian
Tak hanya uang tunai, aksi nyata juga dilakukan oleh komunitas Surakartans Food Bank. Mereka fokus pada pengumpulan barang kebutuhan pokok.
Berdasarkan laporan akun Instagram @tergerakber6erak periode 3–8 Desember 2025, bantuan logistik yang terkumpul sangat melimpah dan siap dikirim via Lanud Adi Soemarmo. Berikut rinciannya:
Pangan: Total 291 kg beras, minyak goreng, mi instan, bubur, susu bayi, biskuit, dll.
Harapan untuk Sumatera
Amung Adi berharap, sedikit bantuan dari Kota Bengawan ini bisa menjadi pelipur lara bagi para korban di Sumatera.
“Harapan kami, meskipun tidak banyak, semoga bisa sedikit mengurangi derita saudara-saudara kami yang tertimpa bencana. Semoga proses pemulihan mereka semakin baik dan bisa kembali normal secepatnya,” pungkasnya penuh doa.
Aksi ini membuktikan bahwa sepak bola bukan sekadar olahraga, melainkan jembatan persaudaraan yang kuat di tengah bencana. (did)