SOLOBALAPAN.COM – Masa berkabung usai kekalahan menyakitkan dari PSM Makassar resmi berakhir. Skuad Persis Solo kembali memanaskan mesin di Kota Bengawan.
Laskar Sambernyawa tak ingin larut dalam kekecewaan, melainkan menjadikan hasil minor tersebut sebagai bahan bakar untuk bangkit di sisa laga akhir tahun.
Mulai Sabtu (6/12/2025) kemarin, Sho Yamamoto dan kawan-kawan langsung digeber dengan menu latihan intensitas tinggi.
Jeda libur singkat usai laga sebelumnya benar-benar dimanfaatkan untuk me- reset mental dan fisik.
Alarm Bahaya: Fisik dan Konsentrasi
Sebelum masuk ke sesi taktikal, seluruh pemain wajib menjalani rangkaian tes fisik.
Langkah ini diambil tim pelatih sebagai "alarm awal" untuk memastikan kebugaran pemain berada di level ideal jelang laga tandang yang berat.
Karteker Persis Solo, Tithan Wulung Suryata, menegaskan bahwa evaluasi terbesar dari laga melawan PSM adalah hilangnya fokus di menit-menit krusial.
“Fokus kita lebih kepada pembenahan secara fisik serta organisasi secara tim baik saat menyerang, bertahan maupun transisi,” ujar Tithan.
Ia menekankan satu "penyakit" yang harus segera disembuhkan: lengah saat sedang memimpin skor.
Persis tidak ingin lagi kehilangan poin hanya karena konsentrasi yang buyar sebelum peluit panjang berbunyi.
“Konsentrasi dan fokus pemain harus kuat, terutama bagaimana kita menjaga permainan di saat kita unggul,” tegas Tithan memberikan instruksi keras.
Desember Kelabu atau Desember Ceria?
Ujian sesungguhnya bagi mentalitas baru ini akan tersaji dalam dua laga tandang di penghujung Desember 2025.
Jadwal neraka menanti Persis Solo:
-
vs Dewa United (20 Desember): Bertandang ke Banten International Stadium. Dewa United sedang dalam kepercayaan diri tinggi usai memutus puasa kemenangan dengan membekuk Persita 1-0.
-
vs Persik Kediri (27 Desember): Melawat ke Stadion Brawijaya. Macan Putih dikenal dengan gaya main high pressing sejak menit awal yang wajib diwaspadai.
Bagi Persis, Desember bukan bulan untuk bersantai.
Dua laga tandang ini adalah pertaruhan harga diri untuk menutup tahun dengan kepala tegak dan menjauh dari papan bawah klasemen. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo