SOLOBALAPAN.COM - Pil pahit kembali harus ditelan oleh Persis Solo dan ribuan pendukung setianya.
Harapan untuk bangkit di kandang sendiri justru berakhir menjadi mimpi buruk dalam laga pekan ke-15 Super League 2025/2026 di Stadion Manahan, Sabtu (29/11) malam lalu.
Sempat memimpin nyaman 2-0, Laskar Sambernyawa justru kehilangan kendali dan dipaksa menyerah dengan skor dramatis 3-4 oleh tamunya, PSM Makassar.
Kekalahan ini kian membenamkan Persis Solo di dasar klasemen.
Sempat di Atas Angin: Schenk dan Kastaneer Cetak Gol
Pertandingan sejatinya dimulai dengan sangat baik bagi tuan rumah.
Baca Juga: Cetak 2 Gol ke Gawang PSM Makassar, Gervane Kastaneer Sedih Gagal Beri Kemenangan untuk Persis Solo
-
Menit 9 (1-0): Bek asing Xandro Schenk membuka keunggulan lewat gol cepat yang membangkitkan semangat seisi stadion.
-
Menit 60 (2-0): Di babak kedua, Gervane Kastaneer menggandakan keunggulan.
Memanfaatkan umpan panjang Irfan Jauhari, pemain asal Curacao itu memenangi duel fisik dengan bek Yuran Fernandes sebelum menaklukkan kiper Hilmansyah.
Petaka 20 Menit Terakhir: Lini Belakang Runtuh
Namun, keunggulan dua gol itu lenyap dalam sekejap mata. Konsistensi lini pertahanan Persis kembali menjadi sorotan tajam.
-
Menit 67 (2-1): Petaka bermula saat Cleylton Santos menjatuhkan Alex di kotak terlarang. Yuran Fernandes sukses menuntaskan penalti.
-
Menit 71 (2-2): Hanya berselang empat menit, PSM menyamakan kedudukan lewat sambaran Savio yang memanfaatkan umpan Victor Luis.
Drama berlanjut. Persis sempat kembali unggul 3-2 pada menit ke-78 lewat gol kedua (brace) Kastaneer.
Namun, mentalitas Juku Eja terbukti lebih baja.
PSM kembali membalas lewat Daisuke Sakai (menit 80) dan mengunci kemenangan dramatis lewat tandukan Victor Luis di menit ke-89.
Skor berakhir 3-4 untuk kemenangan tim tamu.
Tithan Wulung: 'Hasil Ini Tidak Pantas Untuk Kita'
Caretaker Persis Solo, Tithan Wulung Suryata, tak bisa menyembunyikan kekecewaannya.
Ia menilai timnya bermain sangat baik namun dirugikan oleh hilangnya konsentrasi dan beberapa keputusan di lapangan.
“Saya pikir hasil ini tidak pantas untuk kita karena kita bermain sangat baik. Namun apapun hasilnya, keputusan di lapangan cukup merugikan kami karena mengganggu konsentrasi dan tempo permainan kita,” keluh Tithan.
Kritis di Posisi Juru Kunci
Kekalahan kedelapan musim ini membuat posisi Persis Solo semakin kritis.
Hingga pekan ke-15, Sho Yamamoto dan kawan-kawan masih tertahan sebagai juru kunci (peringkat 18) klasemen sementara.
Koleksi poin mereka mandek di angka 7, sama dengan Semen Padang di peringkat 17, namun kalah dalam selisih gol.
Misi penyelamatan Persis Solo dari degradasi kini menjadi tugas yang semakin berat. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo