SOLOBALAPAN.COM - Tekanan di zona degradasi Super League 2025/2026 kian mencekam, terutama bagi Persis Solo yang kini terpuruk di posisi juru kunci.
Laskar Sambernyawa menempati peringkat ke-18 dengan hanya mengumpulkan enam poin dari 11 pertandingan.
Laga pekan ke-13 melawan Bali United di Stadion Kapten I Wayan Dipta pada 23 November mendatang pun menjadi ajang pembuktian sekaligus titik krusial dalam perjuangan mereka keluar dari dasar klasemen.
Persis Solo di Dasar Klasemen: Ambisi Tiga Poin di Kandang Bali
Persis Solo saat ini mencatatkan rekor yang jauh dari ideal: baru meraih satu kemenangan, tiga hasil seri, dan menelan tujuh kekalahan.
Meskipun performa tim masih naik turun, seluruh elemen suporter, mulai dari Pasoepati, Surakartans, hingga Garis Keras Sambernyawa, tetap menunjukkan keyakinan bahwa kebangkitan masih mungkin terjadi.
Bek kiri Persis, Jordy Tutuarima, menegaskan bahwa jeda internasional telah dimanfaatkan untuk memperbaiki kekurangan tim.
“Khususnya bagi saya sendiri, saya mempersiapkan dan memperbaiki apa yang menjadi kekurangan saya untuk laga melawan Bali nanti,” ujarnya.
Jordy memastikan skuad Persis dalam kondisi cukup baik dan siap mencuri poin di kandang lawan.
“Ketika jeda, kita berusaha memperbaiki fisik dan merubah sesuatu di taktik. Saya rasa kondisi kami membaik dan siap untuk laga besok dengan ambisi meraih tiga poin,” tegasnya.
Krisis Pemain: Fuad Sule dan Kastaneer Diragukan Tampil
Di tengah ambisi meraih tiga poin, caretaker Persis Solo, Tithan Suryata, harus menghadapi kenyataan pahit karena dua pemain penting diragukan tampil.
Fuad Sule: Sudah tidak mengikuti latihan selama satu minggu dan masih menunggu hasil MRI.
Sementara itu, Kastaneer mengalami sedikit masalah hamstring usai pertandingan di fase kualifikasi Piala Dunia, dan kemungkinan besar tidak berangkat ke Bali karena kondisinya kurang bugar.
Meskipun demikian, Tithan Suryata mengaku puas dengan persiapan tim dan menekankan pentingnya fokus penuh pada penerapan evaluasi taktik.
“Kita harus siap mengantisipasi kekuatan lawan dan memanfaatkan kelemahan mereka sesuai yang kita latih,” tutupnya.
Laga melawan Bali United ini bukan sekadar pertandingan, melainkan penentu nasib. Kemenangan akan menjadi titik balik heroik, sementara kekalahan dapat membuat Laskar Sambernyawa semakin terpuruk di dasar klasemen Super League. (nik/dam)
Editor : Damianus Bram