SOLOBALAPAN.COM – Jeda internasional FIFA Matchday November 2025 menjadi "napas buatan" yang sangat krusial bagi Persis Solo.
Di tengah rentetan hasil minor dan posisi tim yang terpuruk di zona degradasi (peringkat ke-17), tim kepelatihan kini tancap gas menggeber program latihan.
Caretaker (pelatih sementara) Persis Solo, Tithan Wulung Suryata, memanfaatkan jeda dua pekan ini untuk membenahi "penyakit" kronis yang menghantui Laskar Sambernyawa di sembilan laga terakhir.
Identifikasi Masalah: 'Jarak Antar Lini Terlalu Renggang'
Alih-alih sekadar mengembalikan fisik, Tithan Wulung fokus pada evaluasi taktis pasca-laga terakhir melawan PSIM Yogyakarta (8/11).
Menurutnya, masalah utama yang membuat Persis Solo mudah dieksploitasi lawan adalah jarak antarpemain yang terlalu longgar.
"Untuk jeda internasional ini kita lebih memantapkan kondisi fisik pemain sekaligus bagaimana kita menjaga jarak antar lini pemain,” beber Tithan Wulung.
Pelatih asal Sragen ini menegaskan bahwa ruang antarkompartemen yang terlalu renggang menjadi catatan penting yang harus segera diperbaiki sebelum melawat ke markas Bali United.
Bangun Ulang 'Chemistry' Tim
Selain masalah taktik, Tithan juga fokus untuk membangun kembali kekompakan dan kepercayaan diri tim.
Sembilan laga tanpa kemenangan (7 kalah, 2 imbang) telah memukul mental para pemain. Namun, hasil imbang 2-2 di Derby Mataram lalu dinilai menjadi modal kebangkitan.
“Kita terus membangun kekompakan pemain supaya pemain bisa percaya satu sama lain. Dan saat di dalam permainan, mereka sudah tahu karakter permainan tiap individu seperti apa dan harus bermain bagaimana,” sebutnya.
Tatap Laga Berat Lawan Bali United
Persiapan matang ini sangat dibutuhkan.
Pasalnya, laga terdekat Laskar Sambernyawa adalah laga tandang yang sangat berat.
Sho Yamamoto dkk akan menantang tuan rumah Bali United di Stadion Kapten I Wayan Dipta pada Minggu, 23 November 2025 mendatang.
Meski berat, Tithan Wulung menyebut mental pemain kini jauh lebih baik setelah berhasil comeback dan menahan imbang PSIM.
“Di pertandingan kemarin mereka merasa bisa memberikan tekanan kepada PSIM meskipun kita tertinggal di babak pertama. Yang pasti para pemain menatap laga melawan Bali United optimis bisa mendapatkan poin di Bali,” pungkasnya. (nis/did)