SOLOBALAPAN.COM - Tithan Wulung Suryata sukses menjalankan tugas pertamanya sebagai pelatih caretaker Persis Solo.
Ia berhasil memutus rantai kekalahan beruntun Laskar Sambernyawa dengan menahan imbang PSIM Jogja 2-2 dalam laga Derby Mataram yang penuh drama, Sabtu (8/11) lalu.
Namun, di tengah harapan suporter agar sosok lokal ini dipertahankan, Tithan Wulung dipastikan tidak bisa diangkat menjadi pelatih kepala definitif menggantikan Peter de Roo.
Penyebab utamanya adalah ia terbentur regulasi lisensi yang ditetapkan oleh operator liga.
Alasan Utama: Terganjal Lisensi AFC Pro
Sesuai regulasi I. League (BRI Super League), setiap pelatih kepala yang menangani klub kasta tertinggi wajib mengantongi lisensi AFC Pro Diploma.
Sementara itu, Tithan Wulung Suryata saat ini baru mengantongi lisensi A AFC.
Meski memiliki segudang pengalaman sebagai asisten pelatih dan pernah menukangi tim EPA, lisensinya belum mencukupi standar minimal untuk menjadi pelatih kepala tetap di Super League.
Tithan Wulung sendiri sadar betul akan batasan regulasi ini.
“Lisensi saya juga belum mencukupi itu. Saya pikir nanti kita menunggu dari manajemen (keputusannya seperti apa),” tutur pelatih asal Sragen tersebut dengan rendah hati.
'Tugas dari Pertandingan ke Pertandingan'
Pelatih berusia 36 tahun ini menegaskan bahwa statusnya saat ini hanyalah menjalankan amanah sementara dari manajemen untuk mengisi kekosongan pasca-dinonaktifkannya Peter de Roo.
“Mungkin bisa bicara ke manajemen ya (soal kepastian pelatih kepala). Yang pasti, saya hanya mendapatkan tugas dari pertandingan ke pertandingan,” ujar Tithan.
Ini bukan kali pertama Tithan Wulung menjadi "ban serep" di saat krisis. Pada musim 2023 lalu, ia juga sempat naik pangkat menjadi caretaker setelah Leonardo Medina lengser dari jabatannya.
Status Peter de Roo Masih Menggantung
Di sisi lain, manajemen Persis Solo masih memberikan jawaban "abu-abu" mengenai status akhir Peter de Roo.
Media Officer Persis Solo, Bryan Barcelona, hanya mengonfirmasi bahwa Peter de Roo "tidak mendampingi tim" dan Tithan Wulung ditunjuk sebagai caretaker.
“Coach Tithan menjadi caretaker untuk secara regulasi sampai sebulan ke depan,” beber Bryan.
Saat didesak apakah Peter de Roo resmi dipecat, Bryan enggan berkomentar. "Nanti akan kami update setelah ada beberapa hal yang harus kita diskusikan terlebih dahulu," lanjutnya.
Jeda Internasional Jadi Waktu Berburu Pelatih Baru
Dengan Tithan Wulung yang tidak bisa menjadi pelatih tetap dan status Peter de Roo yang "dibekukan", Persis Solo kini berada dalam situasi tanpa pelatih kepala definitif.
Manajemen kini harus memanfaatkan jeda internasional selama dua pekan ke depan untuk mencari sosok pelatih baru yang memenuhi lisensi AFC Pro, yang akan memimpin perjuangan Laskar Sambernyawa keluar dari zona degradasi. (nis/did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo