SOLOBALAPAN.COM - Stadion Manahan menjadi saksi dari drama Derby Mataram paling mendebarkan, Sabtu (8/11/2025) malam.
Persis Solo, yang tampil ngotot demi kado ulang tahun ke-102, berhasil melakukan comeback sensasional untuk menahan imbang rival abadinya, PSIM Yogyakarta, dengan skor 2-2.
Bek Cleylton Santos menjadi pahlawan Laskar Sambernyawa berkat gol sundulannya di masa injury time.
Hasil ini terasa seperti kemenangan bagi tuan rumah, namun sebaliknya, menjadi mimpi buruk bagi PSIM Jogja yang sudah unggul 2-0 di babak pertama.
'Rasanya Seperti Kalah'
Pelatih PSIM Jogja, Jean-Paul van Gastel, tak bisa menyembunyikan kekecewaan beratnya.
Baginya, keunggulan dua gol yang sirna di menit-menit akhir terasa jauh lebih menyakitkan daripada kekalahan biasa.
"Rasanya seperti kalah," ujar Van Gastel usai pertandingan. "Kami unggul 2-0 di babak pertama. Usai turun minum, kami ingatkan agar tetap waspada karena mereka juga all out. Kemudian Solo mencetak satu gol, kemudian itulah yang terjadi (imbang)," sesalnya.
Pencetak gol pertama PSIM, Corfe Antony, mengamini hal tersebut.
"Saya setuju dengan pelatih. Rasanya seperti kalah, babak pertama kami unggul. Ini juga derby," ucapnya.
Jalannya Laga: Blunder Dibalas Gol Spektakuler
Bermain di hadapan pendukungnya dan bertepatan dengan HUT ke-102, Persis Solo sebenarnya tampil agresif sejak awal.
Namun, petaka justru datang dari kesalahan sendiri.
-
Menit 26' (0-1): Kiper Persis, Gianluca Pandeynuwu, melakukan passing blunder fatal. Bola berhasil dipotong oleh Corfe Antony yang dengan mudah menceploskan bola ke gawang kosong.
-
Menit 41' (0-2): PSIM menggandakan keunggulan. Umpan manis Fahreza Sudin dari sisi kanan berhasil diselesaikan dengan sempurna oleh Ze Valente. PSIM unggul 0-2 saat turun minum.
Babak Kedua: Amukan Laskar Sambernyawa
Tertinggal dua gol, Persis Solo mengamuk di babak kedua.
-
Menit 47' (1-2): Laga baru berjalan dua menit, Kodai Tanaka berhasil memperkecil ketertinggalan.
Gol ini tercipta berkat aksi individu brilian Zanadin Fariz yang menggocek tiga pemain PSIM sebelum melepaskan umpan matang.
-
Menit 88' (Dianulir VAR): Stadion Manahan sempat bergemuruh saat sundulan Cleylton Santos menjebol gawang PSIM.
Namun, setelah pengecekan VAR, gol tersebut dianulir.
-
Menit 90+ (2-2): Persis tak menyerah. Di masa injury time, Cleylton Santos akhirnya benar-benar menjadi pahlawan.
Memanfaatkan umpan jauh spektakuler dari kiper Gianluca Pandeynuwu (yang menebus kesalahannya), sundulan maut Cleylton sukses menggetarkan gawang Cahya Supriadi.
Stadion Manahan pun meledak. Skor 2-2 bertahan hingga usai, memaksa kedua tim berbagi angka dalam laga yang penuh drama dan emosi ini.
Kelemahan PSIM yang Terulang
Van Gastel mengakui bahwa gol penyeimbang Persis berasal dari kelemahan timnya yang sudah ia ketahui sejak lama: bola mati (set piece).
"(Kebobolan lewat set piece) ini juga sudah ada dari awal musim. Kami banyak kebobolan pulang lewat set piece... kami kebobolan lewat senjata Persis Solo yaitu nomor 19, Cleylton," pungkasnya. (nis/did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo