Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Reaksi Pelatih PSIM Yogyakarta Usai Drama Injury Time di Derby Mataram, Persis Solo Mampu Manfaatkan Peluang Terakhir

Mannisa Elfira • Minggu, 9 November 2025 | 23:58 WIB
Pelatih PSIM Yogjakarta Jean-Paul van Gastel.
Pelatih PSIM Yogjakarta Jean-Paul van Gastel.

SOLOBALAPAN.COM - Stadion Manahan menjadi saksi dari drama Derby Mataram paling mendebarkan, Sabtu (8/11/2025) malam.

Persis Solo, yang tampil ngotot demi kado ulang tahun ke-102, berhasil melakukan comeback sensasional untuk menahan imbang rival abadinya, PSIM Yogyakarta, dengan skor 2-2.

Bek Cleylton Santos menjadi pahlawan Laskar Sambernyawa berkat gol sundulannya di masa injury time.

Hasil ini terasa seperti kemenangan bagi tuan rumah, namun sebaliknya, menjadi mimpi buruk bagi PSIM Jogja yang sudah unggul 2-0 di babak pertama.

'Rasanya Seperti Kalah'

Pelatih PSIM Jogja, Jean-Paul van Gastel, tak bisa menyembunyikan kekecewaan beratnya.

Baginya, keunggulan dua gol yang sirna di menit-menit akhir terasa jauh lebih menyakitkan daripada kekalahan biasa.

"Rasanya seperti kalah," ujar Van Gastel usai pertandingan. "Kami unggul 2-0 di babak pertama. Usai turun minum, kami ingatkan agar tetap waspada karena mereka juga all out. Kemudian Solo mencetak satu gol, kemudian itulah yang terjadi (imbang)," sesalnya.

Pencetak gol pertama PSIM, Corfe Antony, mengamini hal tersebut.

"Saya setuju dengan pelatih. Rasanya seperti kalah, babak pertama kami unggul. Ini juga derby," ucapnya.

Jalannya Laga: Blunder Dibalas Gol Spektakuler

Bermain di hadapan pendukungnya dan bertepatan dengan HUT ke-102, Persis Solo sebenarnya tampil agresif sejak awal.

Namun, petaka justru datang dari kesalahan sendiri.

Babak Kedua: Amukan Laskar Sambernyawa

Tertinggal dua gol, Persis Solo mengamuk di babak kedua.

Stadion Manahan pun meledak. Skor 2-2 bertahan hingga usai, memaksa kedua tim berbagi angka dalam laga yang penuh drama dan emosi ini.

Kelemahan PSIM yang Terulang

Van Gastel mengakui bahwa gol penyeimbang Persis berasal dari kelemahan timnya yang sudah ia ketahui sejak lama: bola mati (set piece).

"(Kebobolan lewat set piece) ini juga sudah ada dari awal musim. Kami banyak kebobolan pulang lewat set piece... kami kebobolan lewat senjata Persis Solo yaitu nomor 19, Cleylton," pungkasnya. (nis/did)

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
#pelatih #psim yogyakarta #persis solo #Injury Time #derby mataram