SOLOBALAPAN.COM – Persis Solo bersiap menjalani laga penuh gengsi matchday ke-12 Super League 2025/2026 melawan PSIM Yogyakarta di Stadion Manahan Solo, malam ini, Sabtu (8/11), pukul 19.00 WIB.
Pertandingan bertajuk Derbi Mataram ini terasa sangat istimewa karena bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-102 klub berjuluk Laskar Sambernyawa.
Bermain di depan publik sendiri, para pemain Persis membawa semangat berlipat, bertekad mempersembahkan kemenangan sebagai kado ulang tahun terbaik untuk klub dan para pendukung setia.
Motivasi Caretaker Persis Solo Tithan Suryata: Harga Diri Kota Bengawan
Caretaker Persis Solo, Tithan Wulung Suryata, menegaskan timnya siap tampil habis-habisan demi menjaga harga diri Kota Bengawan.
Sebagai putra asli Solo, Tithan memiliki keterikatan emosional yang kuat dengan laga kontra PSIM.
“Untuk Derbi Mataram kali ini, saya rasa warga Solo harus tahu bahwa Mataram is Red,” tegas Tithan, menyalakan semangat Derbi kepada suporter.
Tithan memastikan, meskipun waktu persiapan hanya tiga hari pasca kepergian pelatih kepala Peter de Roo, suasana latihan sangat positif dan motivasi pemain sedang tinggi.
“Kepergian coach Peter bukan hal yang kami inginkan, tapi para pemain tidak terpengaruh. Mereka lebih fokus mempersiapkan diri untuk pertandingan besok. Bagi kami, derbi ini lebih penting dari apa pun,” ujarnya.
Kado Kemenangan dari Cleylton
Cleylton, pemain bertahan Persis, mengungkapkan seluruh tim memiliki motivasi besar untuk meraih hasil maksimal.
Ia menilai, kemenangan adalah simbol penghargaan untuk sejarah panjang klub.
“Ini adalah derbi pertama saya, dan saya merasa punya motivasi besar untuk menampilkan segalanya. Apalagi, besok Persis berulang tahun, jadi penting bagi kami mempersembahkan kemenangan sebagai hadiah ulang tahun,” ujar Cleylton.
Kemenangan atas PSIM tidak hanya sekadar kado spesial, tetapi juga menjadi dorongan berharga bagi Persis untuk kembali ke jalur positif, setelah terpuruk di papan bawah klasemen. (dam)