SOLOBALAPAN.COM - Pertarungan paling ditunggu-tunggu di Solo Raya akan tersaji besok malam.
Laga sarat gengsi bertajuk Derby Mataram akan mempertemukan tuan rumah Persis Solo melawan rival abadinya, PSIM Yogyakarta, di Stadion Manahan, Sabtu (8/11/2025).
Ini bukan sekadar laga tiga poin. Jauh dari itu, ini adalah pertaruhan harga diri dan kehormatan.
Namun, Persis Solo menyambut laga krusial ini dalam kondisi yang sangat tidak ideal: terpuruk di zona degradasi dan puasa kemenangan selama sembilan laga beruntun.
Duel Dua Tim yang Bertolak Belakang
Di atas kertas, sang tamu, PSIM Yogyakarta, jauh lebih diunggulkan. Performa kedua tim musim ini sangat jomplang:
-
Persis Solo (Tuan Rumah): Terjerembab di peringkat ke-17 klasemen (zona merah).
Laskar Sambernyawa sedang dalam krisis mental setelah sembilan pertandingan tanpa kemenangan (7 kalah, 2 imbang).
-
PSIM Yogyakarta (Tamu): Justru sedang on fire. Skuad asuhan Jean-Paul van Gastel ini berada di papan tengah (peringkat ke-6) dan datang ke Solo dengan modal dua kemenangan beruntun atas Dewa United dan Persik Kediri.
Rekor Sejarah yang Tak Berpihak
Sejarah pertemuan dan rekor kandang juga tidak berpihak pada Persis.
-
Head-to-Head: Dalam delapan pertemuan terakhir, PSIM lebih dominan dengan 3 kemenangan, berbanding 2 kemenangan milik Persis (sisa 3 imbang).
-
Trauma Liga 2 2021: Pada pertemuan resmi terakhir di Liga 2 2021, Persis gagal menang atas PSIM dalam dua pertemuan, termasuk kalah di Stadion Manahan.
-
Stadion Manahan Tak Angker: Musim ini, Stadion Manahan belum ramah bagi tuan rumah.
Dari empat laga kandang, Persis belum sekalipun meraih kemenangan (3 kalah, 1 imbang).
Tuntutan Suporter: Menang Demi Kado Ulang Tahun!
Di tengah semua catatan minor tersebut, suporter tak mau tahu.
Presiden DPP Pasoepati, Arif Djodi Purnomo, menegaskan bahwa tim wajib memenangkan laga harga diri ini.
Terlebih lagi, pertandingan ini digelar bertepatan dengan momen yang sangat sakral: Hari Ulang Tahun (HUT) Persis Solo yang ke-102.
"Harapan dari DPP Pasoepati untuk derby kali ini, semoga Persis bisa menang di kandang sendiri sebagai kado HUT Persis ke-102 juga yang bertepatan waktu Derby besok," ucap Djodi kepada Jawa Pos Radar Solo.
Djodi yakin catatan statistik di masa lalu tidak akan menjadi patokan di lapangan.
Ia juga berharap laga ini menjadi momen rekonsiliasi antar-suporter.
"Kami juga berharap apapun sejarah masa lalu yang kurang baik antar kedua suporter, besok menjadi momen saling menjaga tanpa ada psywar yang berlebihan," pungkasnya. (did)