Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Terperosok ke Zona Degradasi! Peter De Roo di Ujung Tanduk, Benarkah Motivasi Pemain Persis Solo Kurang Akibat Gaji Terlambat?

Damianus Bram • Kamis, 6 November 2025 | 18:26 WIB
Persebaya Surabaya kalahkan Persis Solo 2-1 di Gelora Bung Tomo, Minggu (2/11/2025).
Persebaya Surabaya kalahkan Persis Solo 2-1 di Gelora Bung Tomo, Minggu (2/11/2025).

SOLOBALAPAN.COM – Persis Solo berada di jurang degradasi setelah menelan kekalahan dari Persebaya Surabaya di pekan ke-11 Super League.

Kekalahan ini memicu gelombang desakan pemecatan terhadap pelatih Peter De Roo, yang kini berada di ujung tanduk.

Hingga pekan ke-11, Laskar Sambernyawa terjerembab di posisi ke-17 (satu strip di atas dasar klasemen) dengan hanya mengoleksi lima poin dari sepuluh pertandingan.

Kondisi ini membuat suporter kehilangan kesabaran dan menuntut respons tegas dari manajemen.

Respons Datar Pelatih dan Spekulasi Gaji

Pelatih Peter De Roo memilih bersikap tenang menanggapi tekanan yang mengarah padanya, menyerahkan seluruh keputusan terkait masa depannya pada manajemen klub.

“Jadi pada dasarnya pertanyaanmu adalah apakah saya berpikir pemecatan itu akan terjadi? Saya tidak tahu. Keputusan itu bukan saya yang membuat, dan bukan terserah saya,” ujarnya dengan nada datar.

De Roo sendiri menilai, persoalan utama Persis terletak pada penyelesaian akhir yang tidak efektif dan mental pemain yang terkikis akibat kekalahan bertubi-tubi.

Namun, kegagalan tim ini memunculkan pertanyaan kritis dari publik: apakah kurangnya motivasi pemain ini adalah buntut dari pembayaran gaji yang terlambat?

Tuntutan Suporter: Perbaikan Nyata Manajemen

Terlepas dari isu gaji, suporter Persis menilai persoalan tim tidak sekadar soal finishing. Mereka merasa Persis kurang memiliki karakter permainan yang kuat dan minim progres.

Tekanan ini membuat manajemen berada di persimpangan sulit. Di satu sisi, mereka harus mengembalikan kepercayaan diri pemain (yang menurut De Roo masih percaya dengan filosofi tim).

Di sisi lain, mereka dituntut untuk melakukan evaluasi besar-besaran dan memberikan perbaikan nyata, termasuk memastikan isu finansial (jika ada) tidak memengaruhi performa tim.

Kekalahan ini menjadi sinyal bahaya yang tidak bisa diabaikan. Jika hasil buruk terus berlanjut, perubahan di kursi pelatih bisa menjadi jalan tak terhindarkan demi menyelamatkan Persis dari ancaman degradasi. (dam)

Editor : Damianus Bram
#Super League 2025/2026 #persis solo #laskar sambernyawa #gaji terlambat #Peter de Roo