SOLOBALAPAN.COM - Kursi kepelatihan Peter de Roo di Persis Solo kini benar-benar berada di ujung tanduk.
Kesabaran suporter Laskar Sambernyawa tampaknya telah habis setelah tim kebanggaan mereka kembali menelan kekalahan, kali ini 1-2 dari Persebaya Surabaya (2/11) lalu.
Ini adalah kekalahan ketujuh bagi Persis Solo musim ini dan memperpanjang rekor puasa kemenangan menjadi sembilan pertandingan beruntun.
Desakan "Peter de Roo Out" pun tak lagi hanya di media sosial; suporter kini melakukan aksi nyata dengan menempel poster di mess pemain.
Aksi Protes Suporter: Tempel Poster 'Peter Out' di Mess
Kekecewaan suporter atas performa tim yang kian terpuruk di zona degradasi (peringkat ke-17) diluapkan secara langsung.
Elemen suporter Ultras 1923, yang biasa menghuni tribun selatan, secara terbuka meminta evaluasi total.
Mereka bahkan melakukan aksi protes dengan menempelkan poster-poster bertuliskan "Peter Out" di gerbang dan pintu kaca mess pemain Persis Solo.
"Kita tidak boleh menyerah hanya karena kekecewaan datang berulang," tulis akun Instagram resmi @ultras.1923.
"Segera pergi karena kami tidak ingin melihatmu lagi. Satu cinta selamanya, Sambernyawa! #peterout," pungkas unggahan tersebut.
Respons Peter de Roo: 'Saya Tidak Tahu, Itu Bukan Terserah Saya'
Dihadapkan pada desakan mundur yang sangat kuat dari publik, Peter de Roo menanggapinya dengan sangat tenang.
Pelatih asal Belanda ini enggan berspekulasi mengenai masa depannya dan seolah menyerahkan keputusan sepenuhnya kepada manajemen.
Saat ditanya apakah ia berpikir akan segera dipecat, Peter de Roo menjawab dengan pasrah.
"Jadi pada dasarnya pertanyaanmu adalah jika saya pikir itu (pemecatan) akan terjadi? Saya tidak tahu," ujarnya singkat.
"Keputusan itu bukan saya yang membuat dan bukan terserah saya," lanjut mantan pelatih Balestier Khalsa FC tersebut.
Semakin Terbenam di Zona Merah
Kekalahan dari Persebaya membuat Persis Solo semakin terjerembab di posisi kedua dari bawah (peringkat ke-17) klasemen sementara, dengan koleksi hanya lima poin dari 10 pertandingan (1 menang, 2 imbang, 7 kalah).
Dengan suporter yang sudah "turun ke jalan" dan respons pasrah dari sang pelatih, bola panas kini berada di tangan jajaran direksi baru Persis Solo untuk segera mengambil keputusan demi menyelamatkan tim dari ancaman degradasi. (nis/did)