Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

9 Laga Tanpa Kemenangan, Persis Solo Makin Terpuruk, Peter de Roo Salahkan Stamina Pemain

Mannisa Elfira • Selasa, 4 November 2025 | 04:48 WIB
Peter de Roo pelatih Persis Solo.
Peter de Roo pelatih Persis Solo.

SOLOBALAPAN.COM - Suasana muram kini menyelimuti ruang ganti Persis Solo.

Keterpurukan Laskar Sambernyawa semakin dalam setelah mereka kembali gagal meraih kemenangan.

Dalam laga tandang di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Minggu (2/11) malam, Sho Yamamoto dkk dipaksa menelan kekalahan menyakitkan 1-2 dari tuan rumah Persebaya Surabaya.

Kekalahan ini memperpanjang rekor puasa kemenangan Persis Solo menjadi sembilan pertandingan berturut-turut di Super League 2025/2026.

Pelatih kepala, Peter de Roo, tak bisa menyembunyikan kekecewaannya dan mengakui bahwa seluruh pemain kini berada dalam kondisi frustrasi berat.

Sempat Unggul, Lalu 'Comeback'

Persis Solo sebenarnya mengawali laga dengan mengejutkan.

Tampil menekan sejak awal, mereka berhasil unggul lebih dulu pada menit ke-15.

Berawal dari sepakan keras Althaf Indie dari luar kotak penalti, bola muntah berhasil disambar oleh Kodai Tanaka yang membawa Persis unggul 0-1.

"Lebih dari 90 menit, saya pikir permainan sudah cukup terbentuk, terutama di babak pertama," ujar Peter de Roo usai laga.

Namun, keunggulan itu sirna menjelang turun minum. Persebaya berhasil menyamakan kedudukan melalui gol Mihailo Perović.

Gol ini sempat diprotes karena berbau offside, namun akhirnya disahkan setelah tinjauan VAR. "Tentu saja, itu momen yang buruk," sebut Peter.

Di babak kedua, petaka bagi Persis tak terhindarkan. Serangan beruntun tuan rumah membuat lini pertahanan Laskar Sambernyawa goyah.

Francisco Rivera akhirnya menjadi pahlawan kemenangan Persebaya setelah tendangannya yang memanfaatkan bola rebound gagal dihalau Muhammad Riyandi.

Pelatih Akui Pemain Kehabisan Tenaga

Peter de Roo mengakui situasi di babak kedua sangat berbeda.

Ia menyoroti kondisi fisik pemain yang mulai kedodoran sebagai salah satu penyebab kekalahan.

“Masuk ruang ganti babak kedua, situasinya berbeda... Tapi saya tidak bisa menyalahkan para pemain, karena mereka datang ke sini untuk tiga poin,” tutur pelatih asal Belanda itu.

Ia secara spesifik menyebutkan kelelahan pemain menjadi kendala utama.

"Zanadin (Fariz) kehabisan tenaga. Jadi kami bermain di ruang yang sangat luas untuk melindungi serangan balik. Kami mencoba menyelesaikan itu dengan memasukkan Penta (Arapenta Poerba),” imbuhnya.

Kekalahan ini semakin membenamkan Persis Solo di zona degradasi.

Dari sepuluh laga yang telah dijalani, mereka baru mengantongi satu kemenangan dan dua hasil imbang, menelan tujuh kekalahan. Beban di pundak Peter de Roo kini terasa semakin berat. (did)

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
#stamina #persis solo #terpuruk #Peter de Roo