SOLOBALAPAN.COM - Ada pemandangan yang berbeda saat Persis Solo melawat ke markas Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) pada Minggu (2/11) malam.
Seluruh pemain Laskar Sambernyawa terlihat mengenakan pita hitam di lengan kiri mereka.
Aksi ini bukanlah tanpa alasan.
Ini adalah bentuk duka cita dan penghormatan terakhir dari skuad Persis Solo atas mangkatnya Kanjeng Sinuhun Pakubuwono (PB) XIII, Raja Keraton Kasunanan Surakarta, yang berpulang pada Minggu pagi harinya.
Solo Berkabung
Kabar duka menyelimuti Kota Bengawan pada Minggu (2/11/2025).
Kanjeng Sinuhun PB XIII dilaporkan meninggal dunia sekitar pukul 07.30 WIB di RS Indriati Solo Baru, setelah menjalani perawatan panjang akibat komplikasi penyakit.
Kepergian sang raja meninggalkan duka mendalam bagi seluruh elemen masyarakat Kota Solo, tak terkecuali bagi klub-klub olahraga kebanggaan kota tersebut.
Penghormatan dari Laskar Sambernyawa
Meskipun harus menjalani laga tandang yang berat di hari yang sama, Persis Solo tetap menunjukkan rasa belasungkawa mereka.
Media Officer Persis Solo, Bryan Barcelona, mengonfirmasi bahwa penggunaan pita hitam adalah inisiatif tim untuk menghormati sang Raja.
“Kami memakai pita hitam sebagai bentuk duka kami atas berpulangnya Sri Susuhunan Pakubuwana (PB) XIII,” ujar Bryan Barcelona kepada Jawa Pos Radar Solo, Senin (3/11/2025).
Duka cita ini tidak hanya datang dari Persis Solo.
Klub basket kebanggaan Kota Bengawan, Kesatria Bengawan Solo (KBS), juga menyampaikan belasungkawa resmi mereka melalui media sosial.
“Turut berduka cita atas meninggalnya Sinuhun Sri Susuhunan Pakubuwono XIII, Raja Keraton Surakarta Hadiningrat,” tulis akun resmi @kesatriabengawansolo.
Pertandingan di GBT malam itu pun menjadi simbol bahwa di tengah rivalitas kompetisi, Laskar Sambernyawa tetap menjunjung tinggi nilai-nilai budaya dan ikut merasakan duka yang sedang menyelimuti kota asal mereka. (nis/did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo