Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Pengakuan Jujur Peter De Roo Usai Persis Solo Kalah 1-2 dari Persebaya: Laskar Sambernyawa Terjebak di Jurang Degradasi!

Damianus Bram • Senin, 3 November 2025 | 19:59 WIB
Persebaya Surabaya kalahkan Persis Solo 2-1 di Gelora Bung Tomo, Minggu (2/11/2025).
Persebaya Surabaya kalahkan Persis Solo 2-1 di Gelora Bung Tomo, Minggu (2/11/2025).

SOLOBALAPAN.COM – Persis Solo harus menelan pil pahit di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Minggu malam, setelah kalah 1-2 dari Persebaya Surabaya dalam laga pekan ke-11 Super League 2025/2026.

Kekalahan ini bukan hanya membuat Laskar Sambernyawa pulang tanpa poin, tapi juga menyeret mereka semakin dekat ke zona degradasi.

Pelatih Persis Solo, Peter De Roo, mengakui timnya kalah secara taktis dan mental dari tim tuan rumah yang dilatih Eduardo Perez.

Ia menyebut Green Force bermain lebih cerdas memanfaatkan momen penting.

“Kami sangat kecewa. Tapi jika melihat jalannya pertandingan selama 90 menit, kami sebenarnya menciptakan cukup banyak peluang,” ucap Peter.

Kekalahan Karena Kehilangan Momentum Krusial

Pelatih asal Belanda itu menyayangkan timnya gagal mengonversi dominasi penguasaan bola menjadi gol tambahan.

Menurutnya, gol Persebaya menjelang turun minum menjadi momen yang buruk yang membuat mental pemain Persis terganggu dan kehilangan ritme permainan.

“Gol menjelang turun minum menjadi momen yang buruk bagi kami. Setelah kebobolan gol kedua, permainan kami mulai kehilangan ritme,” tegasnya.

Peter De Roo menilai kelelahan dan terburu-buru dalam penyelesaian akhir membuat Persis sering kehilangan bola di area berbahaya. Ia secara implisit mengakui keunggulan strategi lawan.

“Kami memberikan ruang yang tidak seharusnya ada, terutama di babak pertama. Padahal kami datang untuk mencoba memenangkan pertandingan. Kami kalah cerdas dalam membaca situasi dan menjaga konsistensi,” ujar Peter dengan nada kecewa.

Gelandang Persis Solo, Fuad Dapo Sule, turut menyuarakan kekecewaan serupa, menilai kekalahan di Surabaya disebabkan oleh kelengahan kecil yang berdampak besar.

“Dua gol yang kami terima sebetulnya bisa dihindari,” katanya.

Fuad Sule dan Komitmen Bangkit

Meskipun terpuruk, Fuad Sule menegaskan seluruh pemain masih percaya dengan filosofi permainan Peter De Roo.

“Kami semua ingin menang, tapi mungkin ini proses yang harus kami lewati untuk tumbuh sebagai tim,” kata Sule, yakin kerja keras dan kesabaran akan membawa Persis keluar dari masa sulit ini.

Kini, Peter De Roo dihadapkan pada tantangan berat: menumbuhkan mental juang pemain dan segera menemukan ritme terbaiknya sebelum Persis tenggelam lebih dalam di jurang degradasi. (dam)

Proses pembentukan adonan slondok
Proses pembentukan adonan slondok
Photo
Photo
Editor : Damianus Bram
#degradasi #Super League 2025/2026 #fuad sule #persis solo #persebaya #Peter de Roo