SOLOBALAPAN.COM - Kabar baik yang sangat dinantikan suporter Persis Solo akhirnya tiba.
Gelandang bertahan andalan, Fuad Sule, dipastikan telah menyelesaikan masa sanksi panjangnya dari FIFA.
Pemain asal Irlandia ini berpeluang besar melakoni laga comeback-nya saat Laskar Sambernyawa melawat ke markas Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bung Tomo, 2 November mendatang.
Kompetisi BRI Super League 2025/2026 yang akan memasuki pekan ke-11 menjadi penanda berakhirnya hukuman sembilan pertandingan yang diterima Sule.
'Di Sistem Sudah Pemutihan'
Kembalinya Fuad Sule kini hanya tinggal menunggu konfirmasi administrasi akhir.
Media Officer Persis Solo, Bryan Barcelona, mengonfirmasi bahwa status sang pemain di sistem registrasi liga sudah bersih, namun masih menunggu validasi final.
"Sejauh ini di sistem sudah pemutihan. Tapi akan kembali dipastikan ke operator supaya valid," ucap Bryan Barcelona.
Sebagai pengingat, Sule harus menepi selama sembilan laga (sejak pekan ke-2 vs Persija) akibat sanksi yang dibawa dari Liga Irlandia Utara.
Dokter Tim: 100% Bugar, Sempat Ada Masalah Hamstring
Kabar baik tak hanya datang dari status hukumnya.
Dokter Tim Persis Solo, Iwan Wahyu Utomo, menjamin kondisi fisik Sule 100% bugar dan siap tempur.
Ia mengungkap, sang pemain kini telah berlatih penuh selama dua minggu.
"Sementara ini Sule tidak ada keluhan apa apa. Sudah dua minggu berlatih bersama tim inti. Dia normal, full training," beber dr. Iwan.
Ia juga menambahkan bahwa Sule sempat mengalami sedikit keluhan pada hamstring-nya, namun masalah tersebut kini telah teratasi sepenuhnya.
"Karena kemarin memang sempat ada sedikit keluhan di hamstring. Tapi jelang lawan Persebaya Surabaya ini dia sudah berlatih full bersama tim," pungkasnya.
Oase di Tengah Krisis Lini Tengah
Kembalinya Fuad Sule akan menjadi suntikan tenaga yang sangat vital bagi lini tengah Persis Solo, yang di laga-laga sebelumnya tampil pincang akibat badai cedera dan sanksi.
Meskipun pelatih Peter de Roo sempat menepis bahwa absennya Sule adalah alasan utama kekalahan tim.
Namun, kehadiran seorang gelandang pengangkut air murni seperti Fuad diharapkan mampu menjadi "tembok pertama" yang dibutuhkan untuk memperbaiki organisasi pertahanan dan membangkitkan tim dari zona merah. (did/nis)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo