Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Eky Taufik Minta Maaf, Akui Pemain Persis Solo Buat Keputusan Fatal Saat Lawan Malut United, Apa Itu?

Mannisa Elfira • Kamis, 23 Oktober 2025 | 00:03 WIB
Sho Yamamoto berduel dengan David da Silva.
Sho Yamamoto berduel dengan David da Silva.

SOLOBALAPAN.COM - Kalimat penuh tanggung jawab dan permohonan maaf dilontarkan oleh bek senior Persis Solo, Eky Taufik.

Ini adalah responsnya setelah Laskar Sambernyawa kembali dipermalukan di kandang sendiri, usai takluk 1-3 dari Malut United di Stadion Manahan, Senin (20/10) malam.

Yang lebih menyakitkan, kekalahan telak ini terjadi akibat kegagalan mengantisipasi serangan balik—skema yang sebenarnya sudah diwanti-wanti oleh pelatih Peter de Roo sejak awal.

Pengakuan Pemain: 'Keputusan Fatal di Lapangan'

Eky Taufik, mewakili para pemain, tidak mencari alasan. Ia secara terbuka meminta maaf kepada seluruh suporter atas hasil yang sangat mengecewakan ini.

"Pertama, kami pemain dan pelatih bertanggung jawab atas kekalahan malam ini. Kami minta maaf kepada seluruh suporter," ucap Eky usai laga.

Ia secara jujur mengakui bahwa tim pelatih sebenarnya sudah memberikan instruksi yang sangat jelas untuk meredam senjata utama Malut United, yaitu counter attack.

Namun, instruksi tersebut gagal total dieksekusi di lapangan.

"Secara taktik, pelatih sebenarnya sudah menginstruksikan untuk mengantisipasi counter attack dari Malut.

Hanya saja, beberapa kali, kami mengakibatkan kesalahan, keputusan yang fatal yang mengakibatkan kebobolan," tuturnya.

"Jadi kita harus bertanggung jawab atas hasil ini," tegas pemain asal Sragen tersebut.

Peter de Roo: 'Itulah yang Telah Menghancurkan Kita'

Kekecewaan yang sama juga dilontarkan oleh pelatih kepala, Peter de Roo. Ia frustrasi karena timnya "bunuh diri" dengan cara yang sudah ia prediksi sebelumnya.

"Ini jelas mengecewakan... Saya pikir saya sudah membahas dengan Anda tentang apa bahayanya Malut. Terutama dalam serangan balik. Dan itulah yang telah menghancurkan kita," sebut Peter de Roo.

Ia juga mengkritik kelemahan lain timnya.

"Kami mengalirkan bola terlalu lambat juga. Kami sulit juga membongkar pertahanan," lanjutnya.

Kronologi Hukuman Serangan Balik

Terbukti, ketiga gol Malut United lahir dari skema yang telah diantisipasi tersebut.

Dua gol (brace) dari mantan playmaker Persib, Tyronne Delpino, dan satu gol dari Yakob Sayuri berawal dari transisi cepat yang gagal diredam oleh lini pertahanan Persis.

Gol hiburan tuan rumah baru tercipta pada menit ke-68 melalui sundulan Kodai Tanaka, namun tak cukup untuk menyelamatkan tim dari kekalahan kelima mereka musim ini.

PR Besar Laskar Sambernyawa

Kekalahan ini semakin membenamkan Persis Solo di zona merah (peringkat ke-16).

Masalahnya kini menjadi sangat jelas: para pemain gagal menerjemahkan instruksi pelatih di atas lapangan.

Ini menjadi pekerjaan rumah terbesar bagi Peter de Roo untuk segera membenahi fokus dan disiplin taktikal para pemainnya. (nis/did)

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
#Eky Taufik #persis solo #Malut United