SOLOBALAPAN.COM - Dominasi Arema FC atas Persis Solo masih belum terpatahkan.
Hasil imbang 2-2 di Stadion Manahan pada Minggu (28/9) lalu memperpanjang rekor buruk Laskar Sambernyawa yang kini tercatat tidak pernah menang dalam delapan pertemuan terakhir melawan Singo Edan.
Catatan minor ini diakui membuat para pemain frustrasi, termasuk gelandang senior Sutanto Tan, yang menyebut hasil imbang tersebut terasa seperti kekalahan.
'Kutukan' yang Belum Patah
Sejak Persis Solo kembali ke kasta tertinggi, Arema FC selalu menjadi batu sandungan yang sangat sulit dilewati.
Dari delapan pertemuan terakhir di berbagai ajang, hasilnya sangat timpang:
-
Arema FC: Meraih 4 kemenangan.
-
Imbang: Terjadi sebanyak 4 kali.
-
Persis Solo: Nihil kemenangan.
Secara produktivitas gol pun, Arema jauh lebih superior dengan koleksi 13 gol berbanding 8 gol milik Persis.
'Saya Juga Frustasi, Saya Ingin Menang'
Gelandang Persis Solo, Sutanto Tan, tidak bisa menyembunyikan rasa frustrasinya atas rekor buruk yang terus berlanjut ini.
"Saya juga frustasi, seperti kamu (awak media). Saya juga mencari jawaban. Saya ingin menang," tegas Sutanto Tan usai laga.
Meskipun kecewa, ia tetap optimistis bahwa timnya bisa mematahkan kutukan ini pada pertemuan di putaran kedua nanti.
"Tapi, kami masih ada satu game (putaran kedua). Saya yakin saat tandang nanti kita bisa menang," tambahnya.
Posisi di Klasemen Sedikit Membaik
Meskipun gagal meraih kemenangan, tambahan satu poin dari hasil imbang 2-2 tersebut cukup untuk mengangkat posisi Persis Solo dari dasar klasemen.
Laskar Sambernyawa kini naik satu strip ke peringkat ke-17 dengan koleksi 5 poin. Sementara itu, Arema FC tertahan di peringkat ke-10 dengan 9 poin.
Momok yang Harus Segera Diatasi
Rekor buruk melawan Arema FC ini menjadi sebuah "momok" atau tantangan psikologis yang harus segera diatasi oleh skuad asuhan Peter de Roo.
Ketidakmampuan untuk menang melawan salah satu rival klasiknya ini menjadi pekerjaan rumah tambahan di tengah perjuangan mereka untuk keluar dari papan bawah klasemen BRI Super League. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo