SOLOBALAPAN.COM - Jeda kompetisi BRI Super League karena agenda FIFA Matchday datang di saat yang paling tepat bagi Persis Solo.
Setelah melalui tujuh pekan pertama yang sangat berat, Laskar Sambernyawa kini memiliki waktu berharga selama tiga minggu untuk "bernapas", memulihkan mental, dan menambal berbagai persoalan yang mendera tim.
Pelatih kepala Peter de Roo mengakui bahwa timnya berada di bawah tekanan dan stres yang sangat besar, tidak hanya karena masalah di atas lapangan.
Rentetan Masalah yang Menghantam Laskar Sambernyawa
Awal musim 2025/2026 menjadi periode yang sangat sulit bagi Persis Solo. Mereka dihantam oleh setumpuk masalah:
-
Performa Buruk: Dari tujuh laga, tim baru meraih satu kemenangan, dua kali imbang, dan menelan empat kekalahan.
-
Badai Cedera: Sejumlah pemain kunci, termasuk Adriano Castanheira, harus menepi karena cedera.
-
Sanksi Pemain: Gelandang bertahan Fuad Sule masih harus menjalani sanksi panjang dari FIFA.
-
Misteri Mateo Kocijan: Rekrutan anyar Mateo Kocijan tak kunjung datang dan dinilai tidak memenuhi komitmennya.
Peter de Roo: 'Bukan Hanya Masalah Sepak Bola'
Peter de Roo mengakui bahwa rentetan masalah ini telah membebani mental para pemainnya.
“Kami membutuhkan beberapa hari pertama untuk menyegarkan pikiran karena tim ini sudah berada di bawah tekanan dan stres yang besar.
Dan saya tidak perlu menjelaskan bahwa itu bukan hanya masalah sepak bola,” ucap de Roo, Selasa (30/9/2025).
Meskipun begitu, ia tetap memuji kerja keras para pemainnya, terutama saat berhasil meraih hasil imbang 2-2 melawan Arema FC akhir pekan lalu. "Bagi saya, para pemain sudah bekerja keras dan pantas dihargai," tuturnya.
Jeda Kompetisi sebagai Momen Kebangkitan
Jeda internasional selama tiga pekan ini menjadi "napas buatan" yang sangat krusial. Momen ini akan dimanfaatkan secara maksimal oleh tim pelatih untuk:
-
Memulihkan Pemain Cedera: Memberi waktu bagi pemain seperti Adriano Castanheira untuk pulih sepenuhnya.
-
Memperbaiki Taktik: Mengevaluasi kelemahan tim, terutama di lini pertahanan dan penyelesaian akhir.
-
Membangkitkan Mental: Mengembalikan kepercayaan diri dan semangat juang para pemain.
"Kalau kami bisa segera mendapatkan lebih banyak pemain kembali, periode musim ini akan sangat berharga bagi kami,” tandas de Roo.
Publik dan para suporter kini menantikan, apakah Laskar Sambernyawa mampu memanfaatkan jeda ini untuk bangkit dan kembali ke jalur kemenangan. (nis/did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo