SOLOBALAPAN.COM – Striker anyar Persis Solo, Gervane Kastaneer, akhirnya menunjukkan tajinya.
Ia tampil sebagai pahlawan penyelamat Laskar Sambernyawa dari kekalahan di kandang sendiri setelah golnya di masa injury time memaksa laga melawan Arema FC berakhir imbang 2-2.
Pertandingan pekan ketujuh BRI Super League di Stadion Manahan, Minggu (28/9) sore, ini berlangsung sangat dramatis.
Diwarnai gol yang dianulir dan keputusan VAR yang kontroversial, kubu Arema FC bahkan secara terbuka menyalahkan kinerja wasit.
Kronologi Laga: Dari Unggul Cepat hingga Nyaris Kalah
Persis Solo mengawali laga dengan sempurna. Umpan matang dari Gervane Kastaneer berhasil dituntaskan oleh Kodai Tanaka pada menit ke-11, membawa tuan rumah unggul 1-0.
Namun, di babak kedua, Arema FC bangkit dan membalikkan keadaan secara dramatis.
Setelah gol Dalberto pada menit ke-58 sempat dianulir karena offside, Singo Edan akhirnya benar-benar mencetak dua gol balasan melalui Dalberto (77') dan Arkhan Fikri (88').
Gol Penyelamat Kastaneer yang Kontroversial
Saat kekalahan sudah di depan mata, Gervane Kastaneer menjadi penyelamat.
Pada menit ke-90+1, ia berhasil mencocor bola ke gawang Arema untuk menyamakan kedudukan menjadi 2-2.
Gol ini sempat diprotes keras oleh para pemain Arema yang menganggap ada pelanggaran dalam prosesnya.
Namun, setelah melalui tinjauan VAR, wasit tetap mengesahkan gol tersebut.
Reaksi Berbeda dari Dua Kubu
Gelandang Persis Solo, Sutanto Tan, mensyukuri satu poin yang diraih.
"Babak kedua kami agak kesulitan. Tapi akhirnya pemain tidak menyerah. Patut diapresiasi, meskipun kami harusnya bisa dapat tiga poin," ujarnya.
Sebaliknya, kubu Arema FC tak bisa menyembunyikan kekecewaannya terhadap wasit.
"Pertandingan ini banyak diganggu wasit... sulit karena tidak bisa bawa tiga poin," sesal pelatih Arema, Marcos Goncalves.
Gelandang Arkhan Fikri bahkan lebih keras. "Sebenarnya saya tidak pernah mau komentari wasit. Tapi kali ini saya kecewa. Saya tidak respect kepada wasit,” ketusnya.
Satu Poin Berharga
Meskipun gagal meraih kemenangan, satu poin yang diraih secara dramatis ini terasa sangat berharga bagi Persis Solo.
Gol perdana dari Gervane Kastaneer diharapkan dapat menjadi pelecut semangat dan titik balik bagi tim yang sedang berjuang untuk keluar dari papan bawah klasemen. (nis/did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo