SOLOBALAPAN.COM - Persis Solo dipastikan akan tampil dengan skuad yang sangat pincang saat melawat ke markas pemuncak klasemen, Borneo FC, pada Senin (22/9) mendatang.
Tak tanggung-tanggung, lima pemain pilar, yang mayoritas berposisi sebagai gelandang, dipastikan absen karena badai cedera dan sanksi.
Situasi krisis ini menjadi tantangan terberat bagi pelatih Peter de Roo di awal musim BRI Super League 2025/2026.
Tiga Gelandang Tumbang Akibat Cedera Hamstring
Dokter Tim Persis Solo, dr. Iwan Wahyu Utomo, mengonfirmasi bahwa tiga gelandang andalan harus menepi akibat cedera hamstring.
-
Zulfahmi Arifin: Gelandang Timnas Singapura ini mengalami cedera hamstring ringan saat melawan Persijap Jepara dan diperkirakan harus istirahat selama 1-2 minggu.
-
Adriano Castanheira: Gelandang serang asal Portugal ini juga masih dalam tahap pemulihan cedera hamstring yang ia derita sejak Agustus.
-
Sidik Saimima: Juga mengalami cedera hamstring dan dipastikan tidak akan dibawa ke Samarinda.
"Adriano masih menjalani pemulihan... Sidik Saimima juga mengalami cedera hamstring... Yang jelas, dia sudah pasti tidak berangkat ke Borneo," tegas dr. Iwan, Jumat (19/9).
Dua Pilar Lainnya Absen karena Sanksi
Selain tiga pemain yang cedera, dua pilar penting lainnya juga tidak bisa tampil karena sanksi:
-
Sho Yamamoto: Sang kapten harus menjalani hukuman akibat kartu merah yang ia terima di laga melawan Persijap.
-
Fuad Sule: Masih harus menjalani sisa sanksi larangan bermain dari FIFA.
Lini Tengah Keropos, Peter de Roo Putar Otak
Dengan absennya lima pemain kunci yang merupakan nyawa di lini tengah, pelatih Peter de Roo kini dihadapkan pada pilihan yang sangat terbatas.
Ia harus memutar otak untuk menemukan formula yang tepat agar bisa mengimbangi permainan Borneo FC yang sedang dalam performa puncak.
Kondisi ini memaksa Persis Solo untuk mengandalkan para pemain pelapis dan pemain muda untuk mengisi kekosongan.
Laga di Stadion Segiri nanti akan menjadi ujian sesungguhnya bagi kedalaman skuad dan ketangguhan mental Laskar Sambernyawa. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo