Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Kodai Tanaka Melempem, Peter de Roo Pasang Badan: 'Saya Tidak Ingin Membuatnya Depresi'  

Mannisa Elfira • Senin, 15 September 2025 | 21:46 WIB
Kodai Tanaka Striker baru Persis Solo asal Jepang.
Kodai Tanaka Striker baru Persis Solo asal Jepang.

SOLOBALAPAN.COM - Ketajaman striker Persis Solo asal Jepang, Kodai Tanaka, mulai dipertanyakan oleh para suporter.

Setelah mencetak gol di laga perdana, ia belum lagi mampu menjebol gawang lawan dalam empat pertandingan berikutnya, termasuk saat Laskar Sambernyawa takluk 1-2 dari Persijap Jepara, Sabtu (13/9) lalu.

Menanggapi sorotan tajam terhadap striker andalannya, pelatih kepala Peter de Roo pasang badan.

Ia dengan tegas membela Kodai Tanaka dan menyebut bahwa masalah timnya bukan terletak pada tumpulnya seorang penyerang.

Pembelaan Penuh untuk Kodai Tanaka

Peter de Roo menolak untuk menyalahkan Kodai Tanaka atas paceklik gol yang dialaminya.

Menurutnya, tugas seorang striker di dalam sistem permainannya lebih dari sekadar mencetak gol.

"Dalam cara kita bermain, kita bertahan dengan 11 pemain. Bek pertama kita adalah Kodai di lini depan. Tidak ada tim yang menekan seagresif kita," ujar de Roo, menyoroti kontribusi Tanaka dalam pressing.

"Saya tidak ingin membuat Kodai depresi karena belum bikin gol lagi. Dia bisa (mencetak gol), dan saya tahu itu," tegas pelatih asal Belanda tersebut.

Akar Masalah: Kurang Sabar dan Gagal Ciptakan Peluang

Menurut de Roo, masalah utama Persis Solo saat ini adalah kurangnya kesabaran dan kecerdasan dalam membangun serangan di sepertiga akhir lapangan, bukan pada penyelesaian akhir.

"Kami tidak menciptakan sebanyak peluang yang kami inginkan. Memang harus terlebih dahulu menciptakan peluang, sebelum mencetak gol," sambungnya.

Ia mengkritik para pemainnya yang dinilai terlalu tergesa-gesa dalam mengambil keputusan, seperti memaksakan umpan silang atau menembak dari jarak jauh.

"Kami tidak cukup sabar di beberapa momen, seharusnya kami mengedarkan bola daripada melakukan umpan silang atau menembak dari jarak 30 meter,” pungkasnya.

Pekerjaan Rumah Laskar Sambernyawa

Pembelaan Peter de Roo terhadap Kodai Tanaka menjadi sinyal jelas bahwa ia menuntut perbaikan kolektif dari seluruh tim, bukan hanya dari satu individu.

Pekerjaan rumah terbesar bagi Persis Solo saat ini adalah bagaimana mengubah permainan agresif mereka menjadi peluang-peluang matang yang bisa dikonversi menjadi gol.

Kesabaran dan kecerdasan dalam bermain akan menjadi kunci bagi kebangkitan Laskar Sambernyawa di laga-laga selanjutnya. (nis/did)

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
#Kodai Tanaka #Peter de Roo