SOLOBALAPAN.COM - Kekalahan kedua beruntun di kandang sendiri menjadi pil pahit yang harus ditelan Persis Solo.
Dalam laga Derby Jateng yang penuh drama, Laskar Sambernyawa takluk 1-2 dari tim promosi, Persijap Jepara, di Stadion Manahan, Sabtu (13/9) malam.
Di balik kemenangan bersejarah Persijap, ada pujian yang datang dari pelatih mereka, Mario Lemos.
Juru taktik yang ternyata merupakan mantan pelatih Manchester United Youth ini mengapresiasi perlawanan sengit yang diberikan oleh 10 pemain Persis Solo.
'Persis Solo Tim yang Bagus'
Mario Lemos mengakui bahwa timnya sempat kesulitan meskipun unggul jumlah pemain setelah kapten Persis, Sho Yamamoto, diganjar kartu merah.
Fakta bahwa Persis justru mampu mencetak gol balasan dengan 10 pemain membuatnya angkat topi.
"Ketika Persis Solo bermain dengan 10 pemain, kami pikir bisa memanfaatkannya. Tapi ternyata mereka bisa mencetak gol. Ini menandakan bahwa Persis Solo sebenarnya tim yang bagus," ujar Lemos.
Ia menambahkan bahwa kemenangan timnya diraih berkat kerja keras hingga menit akhir.
"Itu adalah ciri khas kita, kita tetap agresif bekerja keras sampai menit terakhir," ucapnya.
Drama Kartu Merah dan Penalti Menit Akhir
Laga ini memang berjalan sangat dramatis. Persijap unggul lebih dulu melalui gol Rosalvo Junior (52').
Persis kemudian harus bermain dengan 10 orang setelah Sho Yamamoto mendapat kartu merah langsung via VAR (73').
Ajaibnya, Cleylton Santos berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 empat menit kemudian.
Namun, petaka datang di masa injury time. Pelanggaran handsball Sutanto Tan di kotak terlarang, yang kembali diputuskan lewat VAR, memberikan hadiah penalti untuk Persijap.
Sudi Abdallah yang menjadi eksekutor sukses mengunci kemenangan 1-2 pada menit ke-90+13.
Peter de Roo Pasang Badan untuk Pemain
Di sisi lain, pelatih Persis Solo, Peter de Roo, tak bisa menyembunyikan kekecewaan beratnya.
Namun, alih-alih menyalahkan pemain, ia justru pasang badan.
"Apa yang saya lihat hari ini, saya tidak bisa menyalahkan para pemain untuk apa pun. Jika orang-orang yang menonton pertandingan ingin menyalahkan pemain, saya pikir mereka harusnya ke saya," tegas de Roo.
Ia merasa para pemainnya telah menunjukkan usaha dan dedikasi luar biasa, namun hasil akhir tidak berpihak.
"Tapi itulah sepak bola. Pada akhirnya, ini tentang poin," pungkasnya.
Awal Musim yang Berat
Dua kekalahan beruntun di kandang sendiri menjadi awal musim yang sangat berat bagi Persis Solo.
Hasil ini menempatkan mereka di papan bawah klasemen dan menjadi pekerjaan rumah besar bagi Peter de Roo untuk segera membangkitkan mental dan performa tim. (nis/did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo