SOLOBALAPAN.COM – Di tengah badai isu penunggakan gaji yang menerpa Persis Solo, para suporter menunjukkan loyalitas tanpa batas.
Alih-alih mencaci, dua kelompok suporter terbesar, Ultras 1923 dan Pasoepati, justru merancang gerakan kolektif untuk membantu klub kebanggaan mereka melewati masa sulit ini.
Solusinya sederhana namun nyata: membeli tiket dan memenuhi tribun Stadion Manahan dalam setiap laga kandang, dimulai dari pertandingan melawan Persijap Jepara pada 13 September mendatang.
'Penuhi Tribun untuk Bantu Ekonomi Tim'
Perwakilan Ultras 1923, Beto, menyatakan bahwa langkah pertama dan paling konkret yang bisa dilakukan suporter adalah dengan memberikan dukungan langsung yang juga berdampak pada finansial klub.
“Sebagai langkah awal adalah mencoba memenuhi tribun, memberi dukungan maksimal agar juga membantu ekonomi tim juga,” ucap Beto kepada Jawa Pos Radar Solo, Minggu (7/9/2025).
Ia mengakui bahwa kabar keterlambatan gaji di awal musim ini sangat mengejutkan dan dikhawatirkan dapat memengaruhi performa tim.
Namun, Ultras 1923 tetap percaya manajemen dapat menyelesaikan masalah ini secara profesional.
Pasoepati: Kurangi Tandang, Penuhi Kandang
Sikap serupa juga datang dari Presiden DPP Pasoepati, Arif Djodi Purnomo.
Ia menegaskan bahwa Pasoepati akan memaksimalkan kehadiran di laga kandang dan secara sadar mengurangi keberangkatan ke laga tandang.
“Kami juga bertekad mengurangi tandang, penuhi kandang sebagai bentuk rasa mencintai,” tegas Djodi.
Langkah ini dinilai strategis karena selain mengalihkan dana untuk membeli tiket laga kandang, juga untuk menghindarkan klub dari denda PSSI akibat larangan suporter tandang yang masih berlaku.
Persis Solo diketahui sudah beberapa kali merogoh kocek puluhan juta rupiah akibat pelanggaran ini.
Desakan Audiensi dan Komitmen Setia
Kedua kelompok suporter juga mendesak manajemen untuk segera menyelesaikan kewajibannya dan membuka ruang dialog atau audiensi dengan para pemain.
Tujuannya agar para punggawa Laskar Sambernyawa mendapatkan kepastian dan tidak merasa khawatir.
“Kami dari suporter sendiri berkomitmen untuk selalu membersamai Persis dalam kondisi apapun. Bagi kami, tim ini adalah bagian dari keluarga. Jadi satu sakit, kami juga merasakan sakitnya pula,” pungkas Djodi.
Pembuktian Cinta di Tengah Ujian
Gerakan yang diinisiasi oleh para suporter ini menjadi bukti nyata bahwa cinta mereka kepada Persis Solo tidak luntur meski klub sedang diuji.
Di saat tim membutuhkan dukungan finansial dan moral, mereka memilih untuk menjadi solusi, bukan sekadar melontarkan kritik.
Aksi "memenuhi Manahan" pada laga derby kontra Persijap Jepara nanti akan menjadi pembuktian pertama dari komitmen mulia ini. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo