Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Manajemen Persis Solo Minta Maaf soal Keterlambatan Gaji, Sebut Bukan karena Bangkrut, Ini Alasan Sebenarnya

Mannisa Elfira • Jumat, 5 September 2025 | 23:42 WIB
Pemain Persis Solo mengenakan jersey baru yang akan digunakan di Super League 2025/2026.
Pemain Persis Solo mengenakan jersey baru yang akan digunakan di Super League 2025/2026.

SOLOBALAPAN.COM - Manajemen Persis Solo akhirnya secara resmi angkat bicara menanggapi isu keterlambatan gaji pemain yang ramai diperbincangkan di media sosial.

Melalui pernyataan resmi yang dirilis hari ini, Jumat (5/9), klub mengakui adanya kendala tersebut dan menyampaikan permohonan maaf kepada para suporter.

Manajemen menjelaskan bahwa masalah ini terjadi bukan karena ketidakmampuan finansial klub, melainkan karena adanya keterlambatan pembayaran hak dari pihak ketiga.

Penyebab: Kurang Tertibnya Penerimaan Hak dari Pihak Ketiga

Dalam klarifikasinya, Persis Solo membeberkan akar permasalahan.

Keterlambatan dalam memenuhi hak para pemain disebabkan oleh kurang tertibnya penerimaan hak PT Persis Solo Saestu (PSS) dari pihak-pihak lain yang memiliki kewajiban pembayaran sesuai jadwal.

“Situasi ini berada di luar kendali klub, namun tetap menjadi tanggung jawab manajemen untuk menyelesaikannya,” tulis pernyataan resmi tersebut.

Pihak klub menegaskan tengah menjalin komunikasi intens dengan para mitra terkait agar masalah ini segera tuntas.

Komitmen Penuh untuk Segera Selesaikan Kewajiban

Manajemen Laskar Sambernyawa menekankan komitmen penuhnya untuk segera menyelesaikan seluruh kewajiban yang tertunda kepada para pemain dan pihak-pihak lain yang terdampak.

"Persis berkomitmen penuh untuk segera menuntaskan seluruh kewajiban kepada pihak-pihak yang terdampak, khususnya para pemain,” tegas klub.

Model Bisnis Profesional Jadi Pembeda

Dalam kesempatan yang sama, Persis Solo juga menjelaskan model bisnis mereka yang berbeda dari kebanyakan klub di Indonesia.

Mereka menegaskan bahwa klub dijalankan sebagai sebuah perusahaan profesional yang keuangannya murni berbasis perputaran lini bisnis.

“Hal ini membedakan tata kelola Persis dengan sebagian besar klub Indonesia lainnya yang umumnya masih mengandalkan sokongan langsung dari owner atau donatur,” tambah pernyataan itu. 

Meminta Dukungan dari Suporter

Di akhir pernyataannya, manajemen kembali meminta maaf atas kegaduhan yang terjadi dan mengajak seluruh elemen suporter untuk terus memberikan dukungan.

"Dukungan tersebut sangat berarti agar klub dapat segera melewati tantangan ini dan kembali berada pada jalur terbaiknya,” tutup pernyataan tersebut. (nis/did)

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
#manajemen #keterlambatan gaji #alasan #bangkrut #persis solo