SOLOBALAPAN.COM - Gelandang anyar Persis Solo, Mateo Kocijan, datang di saat yang krusial.
Di tengah tren negatif tim yang telah melakoni tiga laga beruntun tanpa kemenangan, mantan pilar Persib Bandung ini langsung dihadapkan pada beban dan ekspektasi yang sangat berat dari para suporter.
Pemain asal Kroasia ini tidak hanya diharapkan menjadi solusi atas krisis di lini tengah, tetapi juga menjadi pemompa semangat baru bagi Laskar Sambernyawa yang sedang terpuruk.
Tiba di Saat Lini Tengah Pincang
Kehadiran Kocijan menjadi sangat vital mengingat kondisi lini tengah Persis Solo saat ini sedang compang-camping.
-
Fuad Sule: Masih harus menjalani sanksi panjang dari FIFA.
-
Adriano Castanheira: Masih dalam proses pemulihan cedera.
-
Pemain Baru Lain: Gervane Kastanear dan Zulfahmi Arifin dinilai masih butuh waktu untuk beradaptasi.
Situasi inilah yang membuat Kocijan, dengan pengalamannya membawa Persib juara, langsung menjadi tumpuan harapan.
Siap Berikan Segalanya untuk Klub
Menyadari beban berat yang ada di pundaknya, Mateo Kocijan mengaku sangat termotivasi. Ia terkesan dengan sambutan hangat para suporter dan berjanji akan memberikan segalanya untuk tim.
“Saya sangat senang bergabung dengan Persis Solo. Saya merasa termotivasi dan siap memberikan segalanya untuk klub,” ucapnya, Selasa (2/9).
"Para suporter itu fantastis dan memberikan kekuatan luar biasa bagi tim. Saya akan selalu bermain sepenuh hati untuk mereka," janjinya.
Misi Pertama: Menangkan 'Derby Jateng'
Ujian pertama bagi Kocijan akan datang pada laga "Derby Jateng" melawan Persijap Jepara di Stadion Manahan, 13 September mendatang.
Kemenangan di laga ini menjadi harga mati bagi Persis Solo untuk menghentikan tren buruk dan kembali ke jalur kemenangan.
"Penting bagi kita untuk saling percaya dan tetap bersatu. Jika kita bermain sebagai tim yang sesungguhnya, kita akan sangat kuat,” tegas Kocijan.
Harapan Baru di Pundak Sang Juara
Kedatangan Mateo Kocijan di penghujung bursa transfer menjadi secercah harapan baru bagi Persis Solo.
Pengalamannya, mentalitas juaranya, dan kemampuannya sebagai gelandang pengangkut air diharapkan dapat menjadi jawaban atas masalah yang selama ini membelit Laskar Sambernyawa.
Kini, seluruh mata suporter akan tertuju padanya, menantikan apakah ia mampu memikul beban berat dan mengangkat kembali performa tim kebanggaan Kota Solo. (nis/did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo