SOLOBALAPAN.COM - Euforia kemenangan di laga perdana BRI Super League sirna sudah.
Persis Solo kini justru terjebak dalam tren negatif setelah melakoni tiga pertandingan beruntun tanpa kemenangan.
Rentetan hasil buruk ini membuat Laskar Sambernyawa terdampar di peringkat ke-14 klasemen sementara, hanya dua strip di atas zona degradasi.
Pelatih kepala, Peter de Roo, secara terbuka melontarkan kritik keras.
Menurutnya, masalah timnya bukan sekadar penyelesaian akhir yang tumpul, tetapi lebih fundamental: mereka bahkan tidak cukup bagus untuk menciptakan peluang.
Rentetan Hasil Buruk Pasca Kemenangan Awal
Setelah membuka musim dengan kemenangan tandang 2-1 yang menjanjikan atas Madura United, performa Persis Solo menurun drastis:
-
Pekan 2: Kalah telak 0-3 dari Persija Jakarta.
-
Pekan 3: Ditahan imbang 2-2 oleh PSBS Biak.
-
Pekan 4: Kembali kalah 0-2 dari Bhayangkara FC.
Hasil ini membuat Persis baru mengoleksi 4 poin dan berada di tengah ketatnya persaingan papan bawah.
Kritik Keras dari Peter de Roo
Usai kekalahan dari Bhayangkara FC, Peter de Roo memberikan analisis yang menohok. Ia menepis anggapan bahwa masalah timnya hanya soal finishing.
"Saya tidak berpikir ada masalah dengan finishing. Saya pikir tidak cukup tembakan ke gawang untuk benar-benar mengatakan itu. Kami sejujurnya melewatkan kesempatan (untuk membuat peluang)," tutur de Roo.
Ia juga mengkritik para pemain pengganti yang dinilainya gagal memberikan dampak.
"Kami berharap dari pergantian pemain... tapi mereka tidak cukup baik," ucapnya.
Laga Krusial Berikutnya: Derby Jateng Kontra Persijap Jepara
Tekanan untuk bangkit kini semakin besar. Lawan berikutnya bagi Persis Solo adalah tim tetangga seprovinsi, Persijap Jepara,
dalam laga bertajuk "Derby Jateng" di Stadion Manahan pada 13 September mendatang.
Laga ini tidak akan mudah. Persijap, yang berstatus tim promosi, justru tampil impresif dan kini berada di peringkat ketujuh dengan koleksi 5 poin.
Jeda Internasional Jadi Momen Berbenah
Beruntung, jeda internasional FIFA Matchday memberikan Persis Solo waktu sekitar dua pekan untuk berbenah.
Momen ini menjadi sangat krusial bagi Peter de Roo untuk menambal segala kekurangan, baik dari sisi taktik maupun mentalitas pemain.
Laga kontra Persijap akan menjadi ujian sesungguhnya, apakah Laskar Sambernyawa mampu bangkit, atau justru semakin terpuruk di papan bawah. (nis/did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo