SOLOBALAPAN.COM - Di tengah gelombang aksi unjuk rasa yang memanas di berbagai kota di Indonesia, klub sepak bola kebanggaan Kota Solo, Persis Solo, mengambil sikap.
Melalui sebuah pernyataan resmi yang kuat dan puitis, Laskar Sambernyawa menyuarakan pesan damai bertajuk "Saling Suara, Saling Jaga".
Pesan yang diunggah di akun Instagram resmi @persisofficial pada Senin (1/9/2025) ini dirilis sebagai respons atas kondisi sosial-politik nasional yang sedang bergejolak.
'Lahir dari Rahim Kemanusiaan'
Dalam unggahannya, Persis Solo mengingatkan kembali akarnya sebagai sebuah klub yang lahir dari semangat perlawanan terhadap kesewenangan.
Oleh karena itu, klub merasa memiliki tanggung jawab moral untuk bersuara.
"Dan hari ini, Persis menggunakan sepak bola sebagai bahasa pemersatu, untuk terus bersuara, untuk saling jaga, sembari terus menguatkan satu sama lain," tulis pernyataan tersebut.
Klub mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap bersatu dan menjaga kedamaian, agar suara aspirasi tidak ternoda oleh kekerasan.
"Dengan saling jaga, kita sama-sama melindungi hal-hal berharga: baik kota, warga, atau keluarga. Demi tatanan yang lebih baik, demi Indonesia yang lebih sejahtera," lanjutnya.
Konteks Gejolak Nasional
Pernyataan sikap dari Persis Solo ini muncul di tengah situasi nasional yang tegang.
Unjuk rasa besar-besaran yang terjadi di berbagai daerah dipicu oleh kemarahan publik atas isu kenaikan tunjangan DPR RI.
Situasi semakin memanas setelah insiden tewasnya seorang pengemudi ojek online, Affan Kurniawan, yang terlindas kendaraan taktis polisi di Jakarta pada 28 Agustus lalu.
Peristiwa ini memicu gelombang protes yang lebih besar, termasuk di Kota Solo.
Suara Kemanusiaan dari Lapangan Hijau
Sikap yang diambil oleh Persis Solo ini menuai apresiasi luas dari publik.
Di saat banyak institusi memilih diam, sebuah klub sepak bola justru berani mengambil posisi moral dan menyuarakan pesan kemanusiaan.
"Saling Suara, Saling Jaga" kini menjadi lebih dari sekadar slogan; ia adalah sebuah pengingat bahwa di tengah perbedaan dan panasnya situasi, nilai-nilai persatuan dan saling menjaga harus tetap menjadi yang utama. (nis/did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo