Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Skuad Pincang Bukan Alasan, Peter de Roo Akui Persis Solo Tampil Buruk hingga Terjebak di Tren Negatif

Mannisa Elfira • Selasa, 2 September 2025 | 01:32 WIB
Peter de Roo Pelatih Persis Solo asal Belanda.
Peter de Roo Pelatih Persis Solo asal Belanda.

SOLOBALAPAN.COM - Kekalahan kedua beruntun yang dialami Persis Solo, kali ini dengan skor 0-2 di markas Bhayangkara Presisi Lampung FC, menjadi tamparan keras bagi Laskar Sambernyawa.

Namun, pelatih kepala Peter de Roo menolak untuk mencari kambing hitam.

Meskipun skuadnya sedang pincang karena absennya sejumlah pilar penting di lini tengah, de Roo menegaskan bahwa penyebab utama kekalahan bukanlah hal tersebut, melainkan kegagalan tim dalam menjalankan rencana permainan (game plan).

Bukan soal Pemain Absen atau Tumpulnya Lini Depan

Persis Solo memang sedang dilanda krisis pemain. Fuad Sule masih menjalani sanksi FIFA, Adriano Castanheira cedera, dan Zanadin Fariz dipanggil ke Timnas U-23.

Kondisi ini secara signifikan mengurangi kekuatan di lini tengah mereka.

Meski demikian, Peter de Roo tidak mau menjadikannya sebagai alasan.

Ia justru menyoroti masalah yang lebih fundamental: timnya bahkan tidak cukup bagus untuk menciptakan peluang.

"Ini bukan masalah penyelesaian akhir (finishing), bahkan kita untuk mengkreasi peluang pun tidak cukup bagus. Di setiap momen kita kehilangan bagian untuk bisa menciptakan peluang," jelas de Roo usai laga.

'Game Plan' Tidak Berjalan

Pelatih asal Belanda itu mengakui bahwa strategi yang telah ia siapkan sama sekali tidak berjalan di lapangan.

Para pemain dinilai gagal mengimplementasikan instruksi yang diberikan.

"Masih ada beberapa opsi pergantian yang diharapkan bisa mengubah permainan, namun tidak cukup baik untuk dilakukan,” lanjutnya, mengisyaratkan kekecewaannya pada performa tim secara keseluruhan.

Penilaian ini diamini oleh bek senior, Xandro Schenk.

“Memang kami tidak punya banyak kesempatan, kita tidak punya banyak momen dan penampilan kami tidak bagus,” tuturnya singkat.

Tiga Laga Tanpa Kemenangan

Kekalahan ini membuat Persis Solo kini tercatat tiga pertandingan beruntun tanpa kemenangan (dua kalah, satu imbang).

Posisi mereka pun merosot ke peringkat 12 klasemen sementara BRI Super League dengan koleksi hanya 4 poin dari empat laga.

Evaluasi Menyeluruh Jadi Harga Mati

Sikap Peter de Roo yang menolak menyalahkan absennya pemain menjadi sinyal kuat bahwa ia akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek taktikal dan mentalitas tim.

Ia menuntut para pemain yang ada untuk bertanggung jawab dan segera memperbaiki performa.

Jeda internasional yang akan datang menjadi waktu krusial bagi Persis Solo untuk berbenah jika tidak ingin terus terpuruk di papan bawah. (nis/did)

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
#Skuad #Tren Negatif #persis solo #Peter de Roo