SOLOBALAPAN.COM - Di tengah krisis pemain yang melanda lini tengah, Persis Solo membuat langkah strategis di penghujung bursa transfer.
Secara diam-diam, Laskar Sambernyawa telah mendaftarkan mantan gelandang bertahan Persib Bandung musim lalu, Mateo Kocijan, sebagai pemain baru mereka.
Meskipun belum ada pengumuman welcome secara resmi dari klub, nama Kocijan telah terkonfirmasi sebagai bagian dari skuad Persis di laman resmi operator liga (I.League), menandakan ia sah berseragam merah untuk musim 2025/2026.
Jawaban atas Krisis di Sektor Gelandang
Kedatangan Mateo Kocijan dinilai sebagai solusi darurat atas krisis yang sedang dialami lini tengah Persis Solo. Tiga pemain pilar di posisi ini dipastikan absen dalam waktu dekat:
-
Fuad Sule: Masih harus menjalani sisa sanksi larangan bermain dari FIFA.
-
Adriano Castanheira: Masih dalam proses pemulihan cedera.
-
Zanadin Fariz: Mendapat panggilan untuk memperkuat Timnas Indonesia U-23.
Situasi ini sejalan dengan pernyataan pelatih kepala, Peter de Roo, sebelumnya yang membuka peluang untuk merekrut satu gelandang baru sebelum bursa transfer ditutup.
Profil Mateo Kocijan: Pengalaman dan Tenaga Baru
Gelandang asal Kroasia berusia 30 tahun ini berstatus tanpa klub setelah dilepas oleh Persib Bandung.
Musim lalu, ia menjadi salah satu pilar di lini tengah Maung Bandung dengan mencatatkan 36 penampilan.
Pengalamannya di kompetisi kasta tertinggi Indonesia diharapkan dapat memberikan stabilitas dan kekuatan baru bagi Persis Solo.
Lengkapi Skuad Asing Jadi 10 Pemain
Dengan terdaftarnya Mateo Kocijan, Persis Solo kini memiliki total 10 pemain asing.
Ia akan bergabung dengan sembilan legiun impor lainnya, yaitu Sho Yamamoto, Cleylton Santos, Jordy Tutuarima, Kodai Tanaka, Adriano Castanheira, Xandro Schenk, Fuad Sule, Gervane Kastaneer, dan Zulfahmi Arifin.
Harapan Baru di Lini Tengah
Perekrutan Mateo Kocijan di menit-menit akhir menjadi langkah penting bagi Persis Solo untuk menjaga kedalaman dan keseimbangan tim.
Dengan jadwal kompetisi yang padat dan situasi skuad yang sedang pincang, pengalamannya diharapkan bisa langsung memberikan dampak positif dan membantu Laskar Sambernyawa. (nis/did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo