SOLOBALAPAN.COM - Misteri di balik hilangnya nama gelandang asing anyar Persis Solo, Fuad Sule, dari daftar susunan pemain saat melawan Persija Jakarta akhirnya terungkap.
Ternyata, pemain asal Irlandia tersebut bukan dicadangkan karena alasan teknis, melainkan karena ia tengah menjalani sanksi larangan bermain dari FIFA.
Sanksi ini merupakan buntut dari insiden yang terjadi di klub lamanya, Glentoran FC, dan membuat Persis Solo harus kehilangan salah satu pilar pentingnya untuk beberapa laga ke depan.
'Ada Investigasi yang Tertunda': Penjelasan Peter de Roo
Pelatih Kepala Persis Solo, Peter de Roo, mengonfirmasi kabar ini setelah laga kontra Persija, Sabtu (16/8) malam.
Ia menjelaskan bahwa manajemen baru saja menerima surat resmi dari FIFA mengenai status Fuad Sule.
"Soal Fuad Sule, kami mendapatkan surat bahwa ada sesuatu yang telah terjadi pada pertandingan terakhirnya di Irlandia.
Sedang ada investigasi yang tertunda... FIFA memutuskan banned," jelas Peter de Roo.
Ia menambahkan bahwa manajemen kini tengah berkoordinasi dengan PSSI dan akan segera membuat pengumuman resmi mengenai detail dan durasi sanksi tersebut.
Akar Masalah: Sanksi Enam Laga Akibat Perkelahian
Lantas, apa masalah yang menjerat Fuad Sule?
Menurut laporan media internasional, BBC, sanksi ini berasal dari pertandingan terakhir Sule bersama Glentoran FC melawan Larne FC pada bulan April 2025.
"Pada hari terakhir musim itu... Sule mendapat larangan enam pertandingan karena perannya dalam perkelahian setelah pertandingan," tulis BBC.
Sanksi yang belum tuntas dijalani di liga sebelumnya ini ternyata terbawa dan kini harus diberlakukan di bawah yurisdiksi FIFA di kompetisi baru yang ia ikuti.
Kerugian Besar bagi Laskar Sambernyawa
Absennya Fuad Sule menjadi kerugian besar bagi Persis Solo.
Padahal, ia sudah tampil apik dan menjadi motor lini tengah saat membantu Laskar Sambernyawa meraih kemenangan di laga perdana melawan Madura United.
Kekosongan yang ia tinggalkan kini menjadi pekerjaan rumah besar bagi Peter de Roo untuk laga-laga selanjutnya. (nis/did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo