SOLOBALAPAN.COM - Kutukan tiga musim di laga perdana akhirnya patah!
Persis Solo mengawali kampanye BRI Super League 2025/2026 dengan kemenangan dramatis 2-1 atas tuan rumah Madura United di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Sabtu (9/8) malam.
Kemenangan tandang ini menjadi modal yang sangat berharga.
Namun, di balik euforia tersebut, sebuah ujian yang jauh lebih berat sudah menanti Laskar Sambernyawa di pekan kedua.
Akhir dari Tren Negatif Laga Pembuka
Kemenangan ini terasa sangat istimewa karena berhasil mengakhiri rentetan hasil buruk yang selalu menghantui Persis Solo di laga pembuka sejak promosi ke kasta tertinggi.
Sebelumnya, mereka selalu kalah dari Dewa United (2022), Persebaya Surabaya (2023), dan PSM Makassar (2024).
Kemenangan Dramatis Diwarnai Kartu Merah Sang Kapten
Duo Jepang, Sho Yamamoto dan Kodai Tanaka, menjadi pahlawan dengan masing-masing mencetak satu gol.
Namun, kemenangan ini harus diraih dengan susah payah setelah sang kapten, Sho Yamamoto, secara kontroversial diganjar kartu merah pada menit ke-78.
Bermain dengan 10 orang, Laskar Sambernyawa harus berjuang keras menahan gempuran tuan rumah hingga peluit akhir.
Evaluasi Pelatih: Pantas Menang, tapi Buat Masalah Sendiri
Pelatih Peter de Roo menilai timnya pantas meraih kemenangan, namun ia juga bersikap kritis terhadap performa tim yang dinilainya menciptakan masalah sendiri.
“Saya pikir, kita pantas mendapatkan hasil ini... dan seharusnya kita dapat unggul 3-0," ujar de Roo.
"Kartu merah yang didapatkan juga cukup memengaruhi pertandingan. Ada beberapa hal pada pertandingan tadi yang menjadi masalah pada kita sendiri,” tambahnya.
Ujian Sesungguhnya: Menjamu Persija yang Sedang Gacor
Euforia kemenangan tandang ini tidak akan berlangsung lama.
Pada Sabtu, 16 Agustus mendatang, Laskar Sambernyawa akan melakoni laga kandang perdana melawan lawan yang sangat berat: Persija Jakarta.
Macan Kemayoran datang ke Solo dengan modal kemenangan telak 4-0 atas Persita Tangerang.
Tolok Ukur Sebenarnya
Meskipun berhasil mematahkan kutukan, Persis Solo tidak punya banyak waktu untuk merayakannya.
Kemenangan atas Madura United menunjukkan potensi sekaligus kelemahan tim.
Laga melawan Persija Jakarta akhir pekan ini akan menjadi tolok ukur sesungguhnya untuk melihat apakah Laskar Sambernyawa di bawah Peter de Roo benar-benar siap bersaing di papan atas. (nis/did)