SOLOBALAPAN.COM - Persis Solo mengawali kampanye BRI Super League 2025/2026 dengan hasil gemilang.
Bertandang ke markas Madura United di Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Sabtu (9/8) malam, Laskar Sambernyawa sukses mencuri tiga poin penuh lewat kemenangan dramatis 2-1.
Duo Jepang, Sho Yamamoto dan Kodai Tanaka, menjadi pahlawan kemenangan Persis Solo dalam laga yang diwarnai intervensi VAR dan satu kartu merah ini.
Jalannya Laga: Aksi Ciamik Duo Jepang
Persis Solo tampil menekan sejak awal dan berhasil membuka keunggulan pada menit ke-32.
Umpan silang manis dari Kodai Tanaka berhasil ditanduk dengan sempurna oleh kapten tim, Sho Yamamoto, untuk mengubah skor menjadi 0-1.
Di babak kedua, giliran Tanaka yang mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-60.
Melalui tendangan keras dari sudut sempit, ia menggandakan keunggulan Persis menjadi 0-2.
Gol ini sempat dianulir karena offside, namun disahkan oleh wasit setelah tinjauan VAR.
Drama Menit Akhir: Kartu Merah dan Gempuran Tuan Rumah
Madura United berhasil memperkecil ketertinggalan melalui gol Karim Palic pada menit ke-71.
Situasi menjadi semakin sulit bagi Persis setelah sang kapten, Sho Yamamoto, harus keluar lapangan karena menerima kartu kuning kedua pada menit ke-78.
Bermain dengan 10 orang, Laskar Sambernyawa harus berjibaku menahan gempuran tuan rumah hingga peluit akhir dibunyikan.
Evaluasi Pelatih: Puji Perjuangan, Soroti Kesalahan
Pelatih Peter de Roo menilai timnya pantas meraih kemenangan, namun ia juga mengkritik beberapa kesalahan yang dibuat sendiri oleh para pemainnya.
"Seharusnya kami juga bisa unggul lebih. Namun, kartu merah tadi juga cukup berpengaruh pada jalannya pertandingan. Ada beberapa hal yang menjadi sebuah masalah karena kesalahan kita sendiri," ucap Peter.
Bek Xandro Schenk menambahkan bahwa meski kartu merah membuat laga menjadi sulit, tim menunjukkan semangat juang yang tinggi hingga akhir.
Awal Sempurna di Musim Baru
Kemenangan di laga tandang yang berat ini menjadi awal yang sempurna bagi era Peter de Roo di Persis Solo.
Tiga poin ini tidak hanya penting untuk klasemen, tetapi juga untuk membangun mental dan kepercayaan diri tim.
Kemenangan yang diraih dengan 10 pemain ini membuktikan bahwa Laskar Sambernyawa memiliki potensi menyerang yang mematikan sekaligus semangat juang yang tak kenal lelah. (nis/did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo