SOLOBALAPAN.COM - Membuktikan bahwa karier sepak bola profesional dan pendidikan tinggi bisa berjalan beriringan, sejumlah pemain Persis Solo kini tercatat aktif sebagai mahasiswa di Universitas Surakarta (UNSA).
Di tengah padatnya jadwal latihan dan kompetisi, mereka tetap bersemangat menimba ilmu sebagai bekal untuk masa depan.
Tiga nama yang menjadi sorotan adalah bek senior Rian Miziar, gelandang muda Zanadin Fariz, dan kiper Muhammad Riyandi.
Ketiganya berbagi cerita tentang motivasi dan pengalaman mereka menjadi atlet sekaligus mahasiswa.
Motivasi di Balik Pilihan Berkuliah
Bagi Rian Miziar, yang mengambil jurusan Ilmu Manajemen, pendidikan adalah investasi penting untuk kehidupan setelah gantung sepatu.
"Saya sangat gembira kuliah di UNSA. Selain bisa melanjutkan pendidikan, saya juga bisa melanjutkan pekerjaan saya di profesi sepak bola," ujar pemain berusia 34 tahun itu.
Sementara itu, Zanadin Fariz merasa senang karena UNSA memiliki lingkungan yang sangat suportif dan ramah bagi para pesepak bola.
“Saya senang sekali kuliah di UNSA. Karena, di UNSA, saya bisa berkuliah sembari bermain sepak bola. Di sini juga ada banyak sekali pesepak bola yang kuliah," tuturnya.
Hal senada diungkapkan Muhammad Riyandi, yang bersyukur atas kesempatan untuk bisa menyeimbangkan antara karier profesionalnya dengan pendidikan di bangku kuliah.
Apresiasi dan Dukungan Penuh dari Rektor UNSA
Langkah para pemain ini mendapat apresiasi penuh dari Rektor UNSA, Arya Surendra.
Ia mengaku bangga atas kepercayaan yang diberikan dan menegaskan komitmen UNSA untuk mendukung para atlet agar sukses di dua bidang sekaligus.
“Sebagai Rektor UNSA, saya sangat bangga dan mengapresiasi kepercayaan para pemain Persis Solo. Harapan kami adalah para atlet ini tidak hanya berprestasi di lapangan, tetapi juga berkembang secara intelektual dan karakter,” ucap pria yang akrab disapa Rio itu.
Menurutnya, ilmu yang didapat akan menjadi bekal penting bagi masa depan para pemain setelah karier olahraga mereka selesai.
Sinergi Positif untuk Masa Depan Atlet
Inisiatif yang dijalin antara para pemain Persis Solo dan Universitas Surakarta ini menjadi contoh sinergi positif antara dunia olahraga dan akademisi.
Ini membuktikan bahwa dengan kemauan keras dari individu dan dukungan dari institusi yang tepat, para atlet tidak perlu mengorbankan pendidikan demi karier.
Mereka bisa meraih prestasi di masa kini sambil membangun fondasi yang kokoh untuk masa depan mereka kelak. (nis/did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo