Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Jelang Super League, Persis Solo Lanjutkan Tradisi 'Tarik' Spirit Pangeran Sambernyawa di Astana Mangadeg

Mannisa Elfira • Rabu, 23 Juli 2025 | 23:09 WIB
Skuad Persis Solo lanjutkan tradisi ziarah ke Pangeran Sambernyawa.
Skuad Persis Solo lanjutkan tradisi ziarah ke Pangeran Sambernyawa.

SOLOBALAPAN.COM - Menjelang bergulirnya BRI Super League 2025/2026, Persis Solo tidak hanya mematangkan taktik dan fisik, tetapi juga bersiap untuk menjalankan tradisi khasnya: ziarah ke makam KGPAA Mangkunegara I atau yang masyhur dijuluki Pangeran Sambernyawa.

Ritual yang digelar di Astana Mangadeg, Karanganyar ini menjadi momen penting bagi klub untuk menyerap spirit juang sang pahlawan nasional yang namanya melekat sebagai julukan tim, Laskar Sambernyawa.

Tradisi Ziarah Dipastikan Lanjut Musim Ini

Manajemen Persis Solo memastikan tradisi yang telah berjalan beberapa musim terakhir ini akan kembali dilaksanakan.

Media Officer Persis Solo, Bryan Barcelona, mengonfirmasi jadwal pelaksanaannya.

"Iya (Persis akan ziarah), dijadwalkan setelah training camp dan friendly match," ujar Bryan, Rabu (23/7).

Saat ini, skuad Persis Solo masih berada di Yogyakarta untuk menjalani laga uji coba terakhir dalam rangkaian pemusatan latihan (TC) mereka melawan Malut United sore ini, sebelum kembali ke Solo.

Makna di Balik Julukan 'Laskar Sambernyawa'

Menurut pemerhati budaya Solo, Tundjung W. Sutirto, tradisi ini sangat sarat akan makna filosofis.

Julukan "Sambernyawa" (Pencabut Nyawa) diberikan kepada Raden Mas Said karena ia dikenal sebagai pejuang yang nyaris tak pernah kalah dalam pertempuran.

“Dengan mengambil julukan Sambernyawa diharapkan menjadi spirit kesebelasan milik Kota Solo dalam dunia persepakbolaan di tanah air,” jelas Tundjung.

Ia menambahkan, penggunaan nama tokoh legenda sebagai simbol tim lazim terjadi di sepak bola Indonesia, seperti PSIS Semarang dengan julukan "Laskar Mahesa Jenar".

Fondasi Spiritualitas Sebelum Berkompetisi

Bagi Persis Solo, ziarah ke Astana Mangadeg bukan sekadar seremoni.

Ini adalah momen napak tilas untuk membangun fondasi spiritual dan mental, mengingatkan seluruh elemen tim—manajemen, pelatih, dan pemain—tentang nilai-nilai perjuangan tanpa kenal menyerah yang diwariskan oleh Pangeran Sambernyawa.

Menyatukan Sejarah dan Masa Depan

Di tengah industri sepak bola yang semakin modern, tradisi ziarah Persis Solo menjadi sebuah anomali yang indah.

Ini adalah cara klub untuk menyatukan sejarah panjang dan semangat kepahlawanan dengan ambisi masa depan di lapangan hijau.

Dengan menyerap spirit dari masa lalu, Laskar Sambernyawa berharap bisa menaklukkan setiap tantangan di masa kini. (nis/did)

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
#tradisi #Pangeran Sambernyawa #persis solo #Super League #Astana Mangadeg