Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Regulasi Baru 11 Pemain Asing Liga 1 Tuai Kritik, Bintang Persis Solo Khawatirkan Nasib Anak SSB

Mannisa Elfira • Jumat, 18 Juli 2025 | 00:06 WIB
Selebrasi pemain Persis Solo usai cetak gol ke gawang Barito Putera.
Selebrasi pemain Persis Solo usai cetak gol ke gawang Barito Putera.

SOLOBALAPAN.COM - Regulasi baru BRI Super League yang memperbolehkan klub mendaftarkan hingga 11 pemain asing menuai beragam reaksi.

Dari kubu Persis Solo, bek senior Eky Taufik memberikan pandangan yang mendalam, menyoroti dampak aturan ini bukan pada persaingan antar pemain senior, melainkan pada mimpi generasi pesepak bola muda Indonesia.

Menurutnya, kebijakan yang menambah gemuk slot pemain impor ini berpotensi memupuskan harapan anak-anak dari Sekolah Sepak Bola (SSB) untuk bisa menembus kasta tertinggi.

Siap Bersaing, tapi Khawatirkan Generasi Muda

Secara pribadi, pemain asal Sragen ini menegaskan bahwa ia tidak gentar dengan meningkatnya persaingan.

Baginya, kompetisi untuk merebut posisi inti adalah hal yang biasa dalam dunia sepak bola profesional.

"Sebenarnya secara pribadi saya tidak masalah karena kita tetap selalu bersaing. Mau itu pemain asing ataupun pemain lokal, kita tetap bersaing," ujar Eky kepada awak media.

Namun, keprihatinan utamanya tertuju pada dampak jangka panjang bagi para pemain muda.

"Hanya saja kadang-kadang itu membuyarkan sedikit asa anak-anak, pemain muda SSB," sambungnya.

'Membuyarkan Asa Anak SSB'

Eky khawatir, dengan semakin banyaknya posisi di dalam skuad yang diisi oleh legiun impor, jalur bagi talenta-talenta lokal untuk naik ke level profesional menjadi semakin sempit.

Hal ini, menurutnya, dapat mengganggu semangat dan motivasi generasi penerus.

"Karena memang nanti mereka tujuannya untuk bermain ke Liga 1. Regulasi ini (makin banyaknya pemain asing) mungkin sedikit mengganggu generasi usia muda sekarang," lanjutnya.

Sikap Realistis Persis Solo Jadi Pembeda

Menariknya, kekhawatiran Eky tampaknya sejalan dengan kebijakan yang diambil oleh klubnya.

Persis Solo, di bawah arahan pelatih Peter de Roo, memutuskan untuk tidak memaksimalkan kuota 11 pemain dan hanya akan menggunakan delapan slot pemain asing.

Saat ini, tujuh nama telah dikunci, yaitu Sho Yamamoto, Cleylton Santos, Jordy Tutuarima, Kodai Tanaka, Adriano Castanheira, Xandro Schenk, dan Fuad Sule.

Klub masih menyisakan satu slot terakhir yang akan diisi sesuai kebutuhan tim.

Suara Peringatan dari Pemain Senior

Komentar Eky Taufik menjadi suara peringatan yang penting dari seorang pemain senior yang telah merasakan asam garam kompetisi.

Di tengah euforia untuk meningkatkan kualitas liga secara instan dengan pemain asing, pandangannya mengingatkan semua pemangku kepentingan—klub dan operator liga—akan tanggung jawab jangka panjang untuk tidak mematikan mimpi dan jalur pengembangan talenta-talaneta lokal yang merupakan masa depan sepak bola Indonesia. (nis/did)

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
#liga 1 #regulasi #pemain asing #persis solo #ssb