SOLOBALAPAN.COM - Persis Solo memulai rangkaian laga uji coba pramusimnya dengan kemenangan 2-0 atas Kendal Tornado FC di Stadion UNS, Sabtu (12/7/2025) malam.
Namun, bagi pelatih kepala Peter de Roo, sorotan utamanya bukanlah hasil akhir, melainkan proses dan respons para pemain terhadap sistem permainan barunya.
Setelah sekitar sepuluh hari memimpin latihan, laga ini menjadi gambaran awal dari filosofi yang akan diterapkan oleh sang juru taktik asal Belanda tersebut untuk skuad Laskar Sambernyawa.
Fokus pada Proses di Laga Perdana
Peter de Roo mengakui bahwa pertandingan ini adalah ujian pertama bagi para pemainnya untuk menerapkan skema permainan yang ia inginkan.
Mengingat waktu persiapan yang baru berjalan singkat, ia lebih tertarik membahas cara bermain tim ketimbang skor 2-0.
"Sejujurnya, ini adalah pertandingan pertama kami setelah sepuluh atau sebelas hari latihan. Ini adalah pertama kalinya sebelum pertandingan saya berbicara tentang rencana kami dan bagaimana saya ingin bermain," ucap Peter kepada awak media usai laga.
Intensitas Positif, Kesalahan Jadi Pekerjaan Rumah
Pelatih asal Belanda itu melihat sinyal positif dari sisi intensitas para pemain di lapangan.
Namun, ia juga tidak menutup mata terhadap banyaknya kesalahan yang masih terjadi sepanjang pertandingan.
"Saya pikir intensitasnya sudah ada, namun jelas itu akan membutuhkan sedikit waktu," lanjutnya.
"Kalian bisa lihat, saya pikir intensitas ada tapi masih banyak ruang untuk perbaikan. Kalian tahu ada banyak hal yang tidak perlu yang terjadi."
Filosofi de Roo: 'Ini Adalah Sebuah Proses'
Alih-alih meratapi kesalahan yang ada, Peter de Roo menekankan bahwa semua ini adalah bagian dari proses pembelajaran.
Ia meminta para pemain untuk tidak menjadikan adaptasi sebagai alasan dan melihat laga ini sebagai sebuah langkah awal yang positif.
"Tapi jangan jadikan itu sebagai alasan. Ini adalah sebuah proses, lihatlah ini sebagai sesuatu yang baik untuk malam ini," pungkasnya.
Gambaran Awal Era Baru Laskar Sambernyawa
Laga uji coba perdana ini memberikan gambaran jelas tentang filosofi yang akan diusung Peter de Roo di Persis Solo: sepak bola berintensitas tinggi yang dibangun melalui proses yang metodis dan sabar.
Meskipun masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, sang pelatih telah meletakkan fondasi awal dan menuntut para pemain untuk terus berkembang tanpa mencari alasan.
Ini menjadi sinyal bahwa Laskar Sambernyawa sedang ditempa untuk menjadi tim yang tidak hanya kuat secara hasil, tetapi juga matang secara permainan. (nis/did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo