SOLOBALAPAN.COM - Manajemen Persis Solo tampaknya benar-benar belajar dari pengalaman pahit di musim-musim sebelumnya.
Di bursa transfer Liga 1 kali ini, Laskar Sambernyawa menerapkan strategi yang jauh lebih hati-hati, sebuah langkah strategis yang diambil untuk menjawab keresahan suporter agar tidak lagi "kapusan brosur".
Suara Keras Suporter: "Jangan Tertipu Brosur Lagi!"
Istilah "kapusan brosur"—sebuah sindiran untuk pemain yang memiliki CV atau statistik mentereng namun performanya di lapangan tidak sesuai ekspektasi—menjadi kekhawatiran utama para suporter.
Keresahan ini tergambar jelas di lini masa media sosial.
"Penting ra koyo musim wingi kapusan brosur, bola-bali lho wisan (Penting tidak seperti musim kemarin tertipu brosur, sudah sering lho)," cuit akun X @chajiaji, yang seolah mewakili suara banyak pendukung setia Persis.
Manajemen Buka-bukaan soal 'Dosa Finansial' Masa Lalu
Menanggapi hal ini, Media Officer Persis Solo, Bryan Barcelona, secara terbuka mengakui adanya kesalahan dalam strategi transfer di masa lalu.
Ia menjelaskan bahwa pergerakan transfer musim sebelumnya tidak sepenuhnya sejalan dengan keinginan pelatih, yang akhirnya berdampak buruk tidak hanya pada performa tim, tetapi juga pada kesehatan finansial klub.
"Ya, ini yang berusaha diperbaiki sekarang oleh tim. Salah pilih, baik pelatih dan pemain, ini dampak finansialnya kerasa sekali," ungkap Bryan.
Ia bahkan menggambarkan betapa beratnya musim 2024/2025 lalu. Selain berjuang keluar dari zona degradasi, manajemen juga disibukkan dengan urusan di luar lapangan.
"Musim 24/25... juga jadi musim paling sibuk dengan agenda bayar kompensasi dan bayar gaji penuh tapi nihil kontribusi di atas lapang," curhatnya.
Filosofi Baru: Penuh Pertimbangan dan Sesuai Visi Pelatih
Belajar dari kesalahan mahal tersebut, kini setiap keputusan transfer berada di bawah pertimbangan yang sangat matang.
Manajemen tidak mau lagi mengambil risiko yang tidak perlu.
"Kalau sekarang terkesan penuh pertimbangan, ya memang betul. Timbang risiko meneh (Daripada ambil risiko lagi)," tegas Bryan.
Kini, setiap pemain yang didatangkan atau bahkan yang diperpanjang kontraknya harus melalui proses diskusi dan mendapat lampu hijau penuh dari pelatih kepala baru.
Ini memastikan adanya keselarasan visi antara manajemen dan tim pelatih.
Perburuan Hati-hati Mulai Membuahkan Hasil
Meski sangat berhati-hati, bukan berarti Persis Solo pasif.
Bryan mengonfirmasi bahwa sudah ada dua pemain baru yang mencapai kesepakatan verbal dan dua pilar musim lalu yang resmi memperpanjang kontrak.
"Semuanya tinggal diumumkan," ujarnya, memberi sinyal bahwa kejutan akan tetap datang pada waktunya.
Langkah manajemen Persis Solo ini menunjukkan pergeseran filosofi yang jelas: dari perekrutan spekulatif ke rekrutmen strategis.
Bagi para suporter, ini berarti penantian "welcome-welcome" mungkin terasa lebih lama, namun kualitas pemain yang datang diharapkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan tim dan tidak lagi hanya indah di atas "brosur". (nis/did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo