Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Respect! Rian Miziar Suka Rela Sumbangkan Medali Perunggu Piala Presiden 2024 ke Museum Titik Nol Pasoepati

Mannisa Elfira • Jumat, 13 Juni 2025 | 23:27 WIB
Pemilik Museum Titik Nol Pasoepati Mayor Haristanto (kanan) membawa medali pribadi, jersey latihan, dan id player milik Rian Miziar.
Pemilik Museum Titik Nol Pasoepati Mayor Haristanto (kanan) membawa medali pribadi, jersey latihan, dan id player milik Rian Miziar.

SOLOBALAPAN.COM - Bek tengah Persis Solo, Rian Miziar, membuat langkah inspiratif demi menjaga semangat sejarah klub Laskar Sambernyawa tetap hidup.

Ia secara sukarela menyumbangkan medali perunggu Piala Presiden 2024, yang diraihnya bersama Persis Solo, ke Museum Titik Nol Pasoepati.

Rian mengaku telah lama memiliki keinginan untuk memuseumkan medali tersebut.

Menurutnya, alih-alih menjadi koleksi pribadi, medali itu akan lebih bermanfaat jika dapat dilihat publik, menjadi pengingat sejarah, dan menumbuhkan motivasi bagi generasi berikutnya.

“Sudah sejak beberapa bulan setelah meraih juara tiga Piala Presiden saya niatkan ingin menyerahkan medali itu ke museum.

Saya rasa akan banyak pelajaran yang bisa diambil jika medali itu disimpan secara publik,” kata Rian kepada Jawa Pos Radar Solo, Kamis (12/6/2025).

Meski sempat terkendala waktu untuk bertemu langsung dengan pendiri museum, Mayor Haristanto, Rian akhirnya menitipkan medali tersebut melalui seorang rekan bernama Pak Rohmat.

Selain medali, ia juga menyumbangkan jersey latihan dan ID pemain yang pernah ia kenakan.

“Barang-barang itu punya nilai sejarah sendiri. Walaupun hanya peringkat tiga, itu salah satu pencapaian terbaik kami bersama Persis Solo sejauh ini,” tambahnya.

Barang-barang tersebut kini telah dipajang di Museum Titik Nol Pasoepati, lengkap dengan cerita di baliknya.

Kehadiran museum ini di mata Rian adalah simbol pelestarian sejarah Persis Solo yang terus tumbuh dalam kompetisi nasional.

“Saya belum sempat datang langsung ke museum, tapi saya yakin ini jadi wadah untuk mengingat dan belajar dari sejarah. Kita bisa melihat ke belakang, bahwa dengan kebersamaan seluruh elemen klub, kita pernah membuat pencapaian penting,” ujarnya.

Rian berharap, medali dan memorabilia lainnya bisa menginspirasi siapapun yang melihatnya.

“Saya ingin orang-orang yang melihatnya bisa semakin mencintai Persis Solo. Semoga kecintaan itu terus tumbuh,” tuturnya.

Sementara itu, Mayor Haristanto mengungkapkan bahwa ia juga belum sempat bertemu langsung dengan Rian maupun Pak Rohmat karena kesibukan masing-masing.

“Sudah setahun lebih janjian, tapi belum pernah benar-benar ketemu. Semoga besok bisa ketemu saat Rian kembali ke Solo,” kata Mayor.

Museum Titik Nol Pasoepati sendiri didirikan sejak 2020 dan menjadi pusat pelestarian memorabilia Persis Solo dan komunitas suporter Pasoepati.

Koleksinya sangat beragam, mulai dari jersey, syal, sepatu legendaris, kaos tangan eks kiper timnas, hingga kliping dan majalah olahraga langka.

“Di sini ada jersey Erick Thohir saat jadi pemilik Inter Milan, sepatu Bima Sakti, Ferdinand Sinaga, hingga kaos tangan almarhum Bejo Sugiantoro dan Wahyu Tri Nugroho. Ada juga ratusan syal, foto, dan dokumentasi bersejarah lainnya,” tutur Mayor.

Dengan bertambahnya koleksi dari Rian Miziar, museum ini semakin kaya akan cerita perjuangan Laskar Sambernyawa—menjadi ruang belajar sejarah dan semangat bagi siapa saja yang mencintai sepak bola Solo. (nis/did)

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
#museum titik nol pasoepati #Piala Presiden 2024 #medali perunggu #Respect #Rian Miziar