SOLOBALAPAN.COM - Posisi pelatih kepala Persis Solo—julukan Laskar Sambernyawa—masih kosong menjelang Liga 1 musim 2025–2026.
Manajemen menjamin proses ini dilakukan dengan sangat hati-hati, karena memilih pelatih bukan hanya soal reputasi tetapi juga visi yang tepat untuk kompetisi mendatang.
Negosiasi Langsung Bersama Pemilik Klub
Media Officer Persis Solo, Bryan Barcelona, menyatakan:
“Untuk pelatih, kami masih menunggu keputusan dari owner karena negosiasi dan wawancara dilakukan langsung bersama mereka.”
Pernyataan tersebut menegaskan peperiksaan kandidat dilakukan oleh pemilik, agar pelatih terpilih memiliki arah dan rencana yang jelas untuk tim.
Belajar dari Musim Lalu
Musim lalu, Persis sempat mengganti pelatih berkali-kali—dimulai dari Milomir Seslija, berganti ke Yogie Nugraha, lalu Hanafing, dan terakhir Ong Kim Swee.
Pergantian ini muncul karena ketidaksinkronan visi antara pelatih dan tim, sehingga hasilnya tidak maksimal.
Manajemen menjadikan pengalaman tersebut sebagai bahan evaluasi: pelatih baru wajib memiliki rencana yang sesuai komposisi pemain dan gaya bermain Persis Solo.
Empat Kandidat Asing dalam Pantauan Manajemen
Menurut pernyataan bos Persis, Kevin Nugroho, ada empat kandidat asing yang saat ini tengah dalam tahap wawancara.
Semua berasal dari luar negeri—tidak ada pelatih lokal—untuk memberikan pendekatan baru dan segar bagi klub.
Dalam proses ini, para kandidat harus mempresentasikan visi jangka panjang, sistem permainan, serta profil pemain yang ingin dibentuk atau direkrut musim depan.
Kapan Pengumumannya?
Selain menyebut adanya proses wawancara, manajemen belum memberikan tanggal pasti pengumuman pelatih baru.
Namun, berdasarkan pengalaman klub lain seperti Arema FC yang biasanya merilis nama pelatih sebelum jeda musim kedua dimulai , kemungkinan rilis kandidat anyar Persis Solo akan terjadi dalam beberapa minggu mendatang, sebelum persiapan pramusim dimulai.
Persis Solo mengambil langkah teliti dalam memilih pelatih baru, dengan calon dari luar negeri dan seleksi langsung oleh pemilik klub.
Keputusan ini didasari evaluasi dari kegagalan musim lalu—ekspektasi agar pelatih baru bisa membawa tim menuju performa lebih stabil, visi jelas, dan hasil kompetitif.
Pengumuman resmi kemungkinan akan dilakukan tak lama sebelum persiapan musim depan dimulai. (nis/did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo