SOLOBALAPAN.COM - Persis Solo kembali menatap musim baru dengan pertanyaan besar: mampukah mereka memutus siklus buruk yang selalu terjadi di awal musim?
Jika Ong Kim Swee (OKS) dipertahankan, tantangan besar justru baru akan dimulai.
Musim Lalu: Misi Penyelamatan Berhasil
OKS datang di tengah badai. Ketika Persis tercecer di peringkat ke-16 dan berada dalam ancaman degradasi, pelatih asal Malaysia itu menjadi juru selamat.
Dengan 23 pertandingan, ia membawa Laskar Sambernyawa finis di peringkat ke-14 dengan 36 poin.
Bagi suporter, capaian itu layak diapresiasi.
"Untuk misi penyelamatan Persis musim ini, OKS termasuk baik dan berhasil," ujar Beto, perwakilan Ultras 1923, kepada Jawa Pos Radar Solo.
Tapi Ujian Sesungguhnya Baru Dimulai
Andai OKS tetap menakhodai tim sejak awal musim 2025/2026, tantangannya akan jauh berbeda.
Ia tak hanya dituntut menyelamatkan, tetapi menaikkan level tim—baik dalam perencanaan pramusim, pembentukan skuad, hingga taktik sejak pekan pertama.
Semua mata fans akan tertuju ke:
-
Komposisi pemain yang dipertahankan dan dilepas
-
Kehadiran rekrutan baru
-
Kesiapan taktik dan mental tim di awal musim
Siklus Buruk yang Terulang Tiap Musim
Beto mengungkapkan keresahan kolektif suporter: pola menurun di awal musim yang terus berulang.
“Persis punya siklus yang selalu hampir sama. Awal liga merosot - pelatih dipecat - performa naik - pelatih bertahan - awal liga merosot lagi.”
Dan pola ini bukan asumsi kosong. Mari kita lihat catatannya:
Siklus Musiman Persis Solo
-
2022/2023
Rasiman → Leonardo Medina (datang tengah musim)
Medina berhasil naikkan performa → Bertahan ke musim baru
Awal musim berikutnya merosot → Dipecat -
2023/2024
Milo Seslija datang gantikan Medina → Finish di posisi 7
Bertahan ke musim berikutnya → Awal musim buruk → Dipecat
Diganti caretaker Yogie & Hanafing → Lalu OKS masuk
Dengan dua siklus pelatih yang identik, publik Solo kini bertanya: Akankah OKS mengulang nasib serupa, atau justru mematahkan pola tersebut?
Harapan Suporter: Awal Musim Harus Solid
Jika diberi kepercayaan dari awal musim, suporter ingin OKS menunjukkan konsistensi sejak pekan pertama.
Tak ada lagi cerita tertinggal di zona bawah, apalagi mengganti pelatih di tengah jalan.
“Apakah pola ini bisa dipatahkan OKS? Kita tunggu saja,” tutup Beto.
Momentum Harus Dijaga
Keputusan kini ada di tangan manajemen. OKS telah membuktikan kapasitasnya dalam situasi krisis.
Namun, keberhasilan jangka panjang butuh perencanaan matang, bukan sekadar penanganan darurat.
Apakah Persis akan memulai musim depan dengan wajah lama yang diberi kepercayaan penuh, atau mengganti haluan dengan pelatih baru?
Jawabannya akan menentukan arah Laskar Sambernyawa di Liga 1 musim depan. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo