SOLOBALAPAN.COM - Ramadhan Sananta tak kuasa membendung air mata saat mengucapkan salam perpisahan kepada keluarga besar Persis Solo.
Di ruang ganti, usai laga terakhir menghadapi Persib Bandung, striker muda berusia 22 tahun itu menyampaikan pesan perpisahannya dengan suara bergetar dan penuh haru.
Dengan kepala tertunduk dan mata berkaca-kaca, Sananta berdiri di hadapan rekan satu tim, staf pelatih, serta jajaran manajemen.
Dua musim membela panji Laskar Sambernyawa bukanlah waktu yang panjang, namun cukup untuk meninggalkan kesan mendalam bagi pemain asal Kepulauan Riau ini.
"Hi guys, terima kasih selama dua tahun di sini telah menerima saya sebagai keluarga. Mohon maaf selama dua tahun di sini, saya mungkin bikin kesalahan di antara semua pemain," ucapnya, dalam video resmi milik Persis Solo.
Tangis Sananta semakin pecah ketika menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan yang ia terima selama berseragam Persis Solo.
Ia menyadari bahwa dunia sepak bola tak lepas dari perpisahan.
"Saya sampaikan terima kasih selama dua tahun telah memberikan support ke saya selama ini," lanjutnya, sambil menahan emosi.
Sebagai bentuk penghormatan terakhir, para pemain Persis memberikan tepuk tangan hangat di ruang ganti. Suasana berubah menjadi penuh rasa kekeluargaan.
Satu per satu, Sananta menghampiri rekan-rekannya, menjabat tangan, dan saling berpelukan.
Dalam pesannya, Sananta juga menitipkan doa untuk kejayaan Persis Solo ke depan.
"Saya berharap semua rekan-rekan sehat, dan semoga Persis Solo terus berada di kasta tertinggi," tutupnya.
Selama dua musim membela Persis Solo, Sananta mencetak delapan gol dan satu assist di musim pertamanya.
Namun pada musim berikutnya, catatannya menurun menjadi lima gol dan dua assist. Kendati begitu, kontribusinya tetap dikenang oleh publik Solo.
Spekulasi tentang masa depannya akhirnya terjawab. Pada Senin malam (19/5), klub asal Brunei Darussalam, DPMM FC, mengumumkan secara resmi bahwa Sananta telah bergabung untuk musim 2025/2026.
Dalam pernyataan klub, DPMM menyebut bahwa Sananta memilih untuk berkarier di luar negeri meskipun mendapatkan tawaran dari klub besar Indonesia seperti Persija Jakarta.
“DPMM FC telah mengamankan pemain kuota ASEAN. Ramadhan Sinanta telah setuju untuk bergabung dengan tim Brunei untuk musim 2025/2026.
Ramadhan memiliki beberapa tawaran dari beberapa tim besar Indonesia, tetapi pilihan pertamanya selalu jatuh ke DPMM FC Brunei Darussalam,” tulis klub tersebut.
DPMM FC sendiri akan ambil bagian di Liga Super Malaysia mulai pertengahan Agustus 2025, dan sebelumnya mereka dijadwalkan bertanding di semifinal Piala Singapura pada 21 Mei.
Persiapan untuk musim baru dimulai pada Juli, dan Sananta direncanakan akan tiba di Brunei bersama keluarganya.
Kepindahan Sananta ke luar negeri menandai fase baru dalam perjalanan kariernya sebagai pemain profesional.
Di usia muda, ia berani mengambil tantangan dengan tampil di liga asing.
Langkah ini menjadi bukti keseriusannya dalam mengembangkan kualitas diri dan membuka jalan bagi pemain-pemain muda Indonesia lainnya untuk berani menatap kompetisi internasional.
Kepergiannya memang menyisakan haru, namun juga menyimpan harapan: bahwa Sananta akan kembali sebagai pemain yang lebih matang dan membanggakan Indonesia di pentas dunia. (nis/did)