Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Ini Hitung-hitungan Persis Solo Bertahan di Liga 1, Nasib Laskar Sambernyawa Bergantung Pada 3 Laga Sisa

Mannisa Elfira • Rabu, 7 Mei 2025 | 00:09 WIB
Skuad Persis Solo.
Skuad Persis Solo.

SOLOBALAPAN.COM - Persaingan sengit di papan bawah Liga 1 kian menegangkan usai Persis Solo kembali menelan kekalahan.

Bermain di kandang sendiri, Stadion Manahan, Senin (5/5) malam, Laskar Sambernyawa harus takluk 0-1 dari Arema FC.

Kekalahan ini membuat posisi Persis Solo tak beranjak dari peringkat ke-14 dengan koleksi 32 poin.

Situasi makin pelik, mengingat mereka kini hanya unggul satu angka dari Semen Padang yang berada tepat di bawahnya, serta dua poin dari Barito Putera yang masih bergulat di zona degradasi.

Kondisi ini menjadi alarm serius bagi tim asuhan Ong Kim Swee.

Dengan tiga pertandingan tersisa, nasib Persis akan sangat bergantung pada ketahanan mental dan performa mereka di lapangan.

“Kalau kita lihat, kita telah berusaha maksimal pada 13 pertandingan, seperti yang saya katakan pada konferensi pers sebelum pertandingan,

dan ini merupakan tiga pertandingan terakhir di mana ini akan menguji mentalitas kita untuk berada dalam posisi yang lebih baik,” ujar Ong Kim Swee, pelatih kepala Persis Solo.

Jadwal padat dan tidak mudah sudah menanti. Laskar Sambernyawa akan melawat ke markas PSBS Biak (11 Mei), menghadapi Dewa United (17 Mei), dan menutup musim dengan laga kandang kontra jawara Liga 1 musim ini, Persib Bandung (24 Mei).

"Ini bukan satu hal yang mudah, di mana masih ada dua pertandingan tandang di luar Solo dan satu pertandingan di Manahan," imbuh pelatih asal Malaysia tersebut.

Meski demikian, harapan belum sepenuhnya pupus. Persis punya modal positif berupa rekor apik dalam laga tandang.

Dalam tiga lawatan terakhir, mereka berhasil mengalahkan tim-tim tangguh seperti Borneo FC, PSS Sleman, dan Barito Putera.

"Kita harus mendapatkan hasil baik seperti pertandingan-pertandingan sebelum ini apabila bermain di luar Manahan," tambah Ong.

Namun tantangan terbesar Persis bukan hanya soal lawan, melainkan juga ketajaman mereka sendiri di lini depan.

Dalam laga melawan Arema, sejumlah peluang emas gagal dikonversi menjadi gol, sementara gawang mereka dibobol lewat serangan balik cepat.

“Kalau kita lihat peluang-peluang yang terjadi di antara Arema dan Persis agak jauh, karena kita mempunyai banyak peluang tetapi Arema berhasil membuat gol melalui satu serangan balasan.

Jadi pada akhirnya kita kecewa dan kita harus bangkit kembali setelah pertandingan ini,” tegas OKS.

Kini, tiga pertandingan terakhir bukan sekadar tentang poin, tapi juga tentang kebanggaan dan kelangsungan hidup di Liga 1.

Dukungan suporter dan kekompakan tim akan jadi faktor kunci apakah Persis Solo mampu selamat dari jurang degradasi atau harus mengulang kisah kelam di kasta kedua sepak bola Indonesia. (nis/did)

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
#liga 1 #persis solo #laskar sambernyawa #Nasib