SOLOBALAPAN.COM - Persis Solo harus menelan pil pahit saat menjamu Malut United.
Bermain di hadapan pendukung setia mereka, skuad Laskar Sambernyawa justru harus mengakui keunggulan tim tamu dengan skor 1-3.
Tiga gol dari Malut United, yang semuanya dicetak oleh Yakob Sayuri, menjadi bukti betapa rapuhnya lini pertahanan Persis dalam laga tersebut.
Alih-alih menyalahkan faktor eksternal, para pemain Persis Solo memilih bersikap jantan dengan mengakui bahwa kekalahan itu murni akibat kesalahan mereka sendiri.
Sikap ini tercermin dari pernyataan kapten sekaligus bek senior, Eky Taufik.
"Kami harus introspeksi diri, kami harus malu semalu-malunya.
Karena di hadapan pendukung sendiri, dalam kondisi klasemen kita (di bawah), ini krusial sekali harusnya kita lapar akan mencari poin. Tapi hasilnya tidak bagus sama sekali," ungkap Eky penuh penyesalan.
Ia menegaskan pentingnya setiap pemain memiliki rasa tanggung jawab dan harga diri agar bisa segera bangkit dari keterpurukan.
"Saya harap semua pemain harus introspeksi dan mempunyai rasa malu dan harga diri harus segera bangkit kembali," tambahnya.
Pelatih kepala Persis, Ong Kim Swee, juga tak menutup mata atas performa buruk tim asuhannya.
Ia menyoroti kelengahan dan kesalahan individu di lini belakang yang menjadi penyebab utama bobolnya gawang Muhammad Riyandi.
"Lini pertahanan melakukan tugasnya tapi kesalahan individu yang membuat kita kebobolan. Seperti yang saya bilang sebelumnya, pemain Malut itu berkualitas dan mereka menyempurnakan peluang yang ada," jelas mantan pelatih Sabah FC itu.
Kekalahan ini menempatkan Persis Solo dalam posisi genting.
Mereka kini duduk di peringkat ke-15 klasemen sementara dengan 26 poin — hanya terpaut satu angka dari zona degradasi yang dihuni PSIS Semarang (25 poin), serta dibayangi ketat oleh Semen Padang dan PSS Sleman yang masing-masing mengoleksi 22 poin.
Dengan enam laga tersisa, Persis Solo wajib tampil maksimal untuk mengamankan posisinya di Liga 1.
Rangkaian laga berat telah menanti: menghadapi Barito Putera (19 April), menjamu Persita Tangerang (27 April), bertandang ke markas Arema FC (5 Mei), melawat ke PSBS Biak (11 Mei), menjajal kekuatan Dewa United (17 Mei), dan menutup musim melawan Persib Bandung (24 Mei).
Di tengah tekanan yang semakin tinggi, Persis Solo diharapkan mampu bangkit dan menunjukkan jati diri sebagai tim besar.
Setiap poin sangat berarti, dan hanya dengan kerja keras serta mental baja mereka bisa keluar dari ancaman degradasi. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo