Sejak awal pertandingan, tekanan terlihat jelas di lini belakang Persis Solo.
Belum genap satu menit berjalan, Eky Taufik harus diganjar kartu kuning oleh wasit Agung Setiyawan akibat pelanggaran terhadap Yance Sayuri yang tampil agresif sejak menit pertama.
Malut United akhirnya membuka keunggulan di menit ke-36 lewat skema bola mati.
Sepak pojok Adriano Duarte disambut oleh Wahyu Prasetyo, dan meskipun gagal mengarahkan bola tepat sasaran, bola jatuh ke kaki Yakob Sayuri yang langsung menceploskannya ke gawang, menjadikan skor 0-1.
Tak butuh waktu lama bagi Yakob untuk menambah pundi-pundi golnya.
Pada menit ke-38, memanfaatkan clearance kurang sempurna dari Jordy Tutuarima, Yakob menggiring bola melewati kiper Muhammad Riyandi dan mencetak gol keduanya.
Dominasi Yakob tak berhenti di situ. Menjelang akhir babak pertama, tepatnya di menit ke-44, ia mencatatkan hattrick setelah menerima umpan matang dari saudara kembarnya, Yance Sayuri.
Skor pun berubah menjadi 0-3 untuk keunggulan Malut United.
Memasuki babak kedua, pelatih Persis Solo, Ong Kim Swee, mencoba memberikan suntikan energi baru dengan mengganti Althaf Indie dengan Irfan Jauhari.
Hasilnya cukup positif, karena di menit ke-51, Cleylton Santos berhasil memperkecil ketertinggalan melalui sundulan setelah menerima umpan dari Sho Yamamoto.
Namun, gol itu menjadi satu-satunya yang mampu diciptakan Persis dalam pertandingan ini.
Usai laga, Ong Kim Swee mengakui bahwa kekalahan timnya tak lepas dari kesalahan internal pemain.
Ia menyoroti hilangnya konsentrasi serta kesalahan individu yang dimanfaatkan dengan baik oleh lawan.
“Kalau kita lihat gol pertama yang dicetak Malut terjadi lewat tendangan penjuru. Itu merupakan kesalahan kita sendiri. Kalau gol kedua itu kesalahan kita di bagian tengah,” ujar pelatih asal Malaysia itu.
“Lini pertahanan sebenarnya melakukan tugasnya, tapi kesalahan individu membuat kita kebobolan. Seperti yang saya bilang sebelumnya, pemain Malut itu berkualitas dan mereka menyempurnakan peluang yang ada,” tambah eks pelatih Sabah FC itu.
Di sisi lain, pelatih Malut United, Imran Nahumarury, mengaku puas dengan performa timnya.
Ia mengungkapkan bahwa strategi menunggu sejak awal laga memang telah direncanakan untuk mencari celah dari permainan Persis.
“Saya bilang ke pemain jangan keluar dulu, kita tunggu momen, kita tunggu kelemahan Persis Solo,” ungkap Imran.
Ia juga memberikan pujian kepada para pemainnya yang tampil solid dan penuh determinasi sepanjang pertandingan.
“Pemain bermain dengan baik, mereka puluh keras. Tanpa mengurangi rasa hormat kami dengan Persis Solo, kami bermain baik sore ini,” lanjutnya.
Berkat kemenangan ini, Malut United berhasil menembus empat besar klasemen sementara Liga 1 dengan koleksi 46 poin dan memperpanjang catatan tak terkalahkan menjadi 10 pertandingan beruntun.
Sebaliknya, Persis Solo kini harus waspada. Kekalahan ini membuat mereka tertahan di posisi ke-15 dengan 26 poin, hanya terpaut satu tingkat dari zona degradasi yang saat ini ditempati PSIS Semarang.
Tekanan pun semakin besar bagi Laskar Sambernyawa untuk segera bangkit demi menghindari ancaman degradasi yang semakin nyata. (nis/did)