Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Sejarah Esports di Mata Akademisi: Dulu Main di PC, Kini Esports Jadi Ladang Profesi Baru Bagi Anak Muda Indonesia!

Mannisa Elfira • Kamis, 3 April 2025 | 03:05 WIB

Persis Solo Esports Arena saat Laskar Sambernyawa menjamu Bali United beberapa waktu lalu
Persis Solo Esports Arena saat Laskar Sambernyawa menjamu Bali United beberapa waktu lalu

SOLOBALAPAN.COM - Anak muda masa kini tentu sudah akrab dengan esports. Tapi tahukah kamu bahwa sejarah olahraga elektronik ini sudah dimulai sejak lebih dari setengah abad lalu?

Menurut Putri Indah Nazareta, dosen PJKR Fakultas Keolahragaan Universitas Sebelas Maret (UNS), esports telah berkembang sejak tahun 1970–1980-an.

Kala itu, pertandingan game Spacewar diadakan di Universitas Stanford, Amerika Serikat, menjadi salah satu catatan awal dalam sejarah esports dunia.

Baca Juga: Jadwal MotoGP Amerika 2025, Balapan Bakal Digelar Dini Hari, Marc Marquez Menang Lagi?

Memasuki era 1990–2000-an, esports mulai mengalami perkembangan lebih nyata, termasuk di Indonesia.

Zara, sapaan akrab Putri Indah, menyebut game seperti Counter Strike, Dota 1, hingga Point Blank jadi pionir esports di Tanah Air, terutama di lingkungan warnet.

"Pada masa itu, game masih berbasis PC. Warnet jadi pusat komunitas gamer, tempat mereka berkumpul, bertanding, bahkan mulai membentuk tim," ujar Zara yang juga menjabat sebagai Kabid Binpres ESI Surakarta.

Titik balik penting terjadi sekitar tahun 2017, saat esports mulai menjangkau ranah mobile gaming.

Baca Juga: Tagar Ridwan Kamil Masih Menduduki Peringkat Pertama di X! Soroti Pengakuan Lisa Mariana yang Ngaku Punya Hubungan?

Game seperti Mobile Legends: Bang Bang dan PUBG Mobile menjadi fenomena yang mengubah wajah industri ini secara masif.

"Sejak saat itu, esports tak lagi sekadar hobi. Ia menjelma menjadi industri besar yang melibatkan banyak elemen profesional," jelas Zara.

Lahirnya organisasi dan tim profesional seperti EVOS, RRQ, Onic, Bigetron, menjadi penanda keseriusan industri ini.

Mereka bukan hanya bertanding, tetapi juga membangun manajemen tim, pelatihan, hingga sistem bisnis yang matang.

Baca Juga: Terbaru dan Gratis! Ini 15 Link Twibbon Peringatan Hari Raya Idul Fitri 2025, Tinggal Masukin Foto dan Gak Perlu Ribet Desain!

Lebih jauh, perkembangan ini juga didukung banyak stakeholder: dari pemerintah, pelaku industri kreatif, hingga sponsor-sponsor besar.

Esports tak hanya mencetak atlet digital, tapi juga melahirkan streamer, caster, event organizer, hingga influencer yang ikut memperkaya ekosistem.

"Jadi kalau di awal 2000-an esports masih dianggap hobi, sejak 2017 eksistensinya makin diakui. Dan sekarang, esports sudah menjadi bagian penting dari industri kreatif digital," tutup Zara.

Jika Anda ingin dibuatkan versi timeline infografis sejarah esports global dan nasional, atau artikel khusus tentang ekosistem profesi di dunia esports, saya siap bantu. Mau lanjut ke topik esports berikutnya?

Editor : Nindia Aprilia
#sejarah #esports #akademisi #profesi baru #universitas sebelas maret