Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Pelatih PSS Sleman Beri Pujian ke Kualitas Moussa Sidibe Usai Cetak Brace dan Bawa Persis Solo Menjauh Zona Degradasi

Mannisa Elfira • Rabu, 12 Maret 2025 | 23:45 WIB
Moussa Sidibe pemain Persis Solo dibayangi oleh Abduh Lestaluhu Bek PSS Sleman.
Moussa Sidibe pemain Persis Solo dibayangi oleh Abduh Lestaluhu Bek PSS Sleman.

SOLOBALAPAN.COM - PSS Sleman harus menelan kekalahan pahit dalam pertandingan lanjutan Liga 1 2024/2025 melawan Persis Solo.

Meskipun tim asal Yogyakarta ini sempat unggul di babak pertama, mereka harus rela kalah telak setelah Persis Solo tampil luar biasa di babak kedua.

Pertandingan yang berlangsung di Stadion Jatidiri, Semarang, pada Selasa malam (11/3/2025) tersebut berakhir dengan kemenangan telak bagi Laskar Sambernyawa.

Kemenangan ini membawa Persis Solo merangkak naik ke posisi ke-14 klasemen sementara dengan perolehan 26 poin, sementara PSS Sleman masih terjebak di zona degradasi, tepatnya di peringkat ke-17 dengan 22 poin.

Sejak awal pertandingan, Persis Solo langsung menunjukkan tekanan kepada lini pertahanan PSS Sleman.

Pada menit pertama, Rico Simanjuntak hampir membuka peluang untuk timnya, namun tembakannya berhasil diantisipasi oleh Cleylton Santos.

Namun, di menit ke-11, kesalahan dari lini belakang PSS Sleman memberi kesempatan kepada Persis.

Bola hasil tepisan kiper Riyandi yang belum sepenuhnya keluar dari lapangan dimanfaatkan dengan baik oleh Cleberson.

Cleberson memberikan assist kepada Nicolao Dumitru, yang tanpa kesulitan menaklukkan Riyandi dan membawa Persis unggul 1-0.

Tak lama setelah itu, Persis mendapatkan hadiah penalti setelah tendangan Jordy Tutuarima mengenai tangan Wahyudi Hamisi di kotak terlarang. Setelah pemeriksaan VAR, wasit pun menunjuk titik putih.

Moussa Sidibe yang menjadi eksekutor gagal menuntaskan tugasnya setelah tendangannya berhasil ditepis oleh kiper Muhammad Riyandi.

Skor 1-0 untuk keunggulan Persis Solo bertahan hingga babak pertama berakhir.

Memasuki babak kedua, Persis Solo tampil lebih agresif dan berhasil mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-58 melalui tembakan akurat John Cley, yang mengubah skor menjadi 1-1.

Gol tersebut semakin meningkatkan rasa percaya diri para pemain Persis Solo.

Pada menit ke-67, Lautaro Belleggia mencetak gol kedua bagi Persis, membalikkan keadaan menjadi 1-2. Keunggulan ini semakin menegaskan dominasi tim tamu dalam pertandingan.

Tak cukup sampai di situ, Moussa Sidibe menambah penderitaan PSS Sleman dengan mencetak dua gol lagi pada menit ke-80 dan di masa injury time (90+6’).

Kedua gol tersebut tercipta melalui tembakan melengkung yang sulit dihentikan kiper, sehingga Persis Solo menutup pertandingan dengan kemenangan telak 1-4.

Usai pertandingan, Pelatih PSS Sleman, Pieter Huistra, menyampaikan kekecewaannya atas hasil ini.

Menurutnya, meskipun timnya tampil baik di babak pertama, mereka gagal mempertahankan kendali permainan di babak kedua.

"Kami bermain baik di babak pertama, menguasai bola, menciptakan peluang, dan mencetak gol. Kami unggul 1-0, tetapi kebobolan pertama kami datang dari set piece. Gol kedua terlalu mudah bagi mereka," ujar Huistra.

Pelatih asal Belanda ini juga mengungkapkan bahwa timnya mengambil risiko dengan bermain lebih terbuka, namun keputusan tersebut justru memberikan ruang bagi Persis Solo untuk menyerang balik.

"Kami mencoba mengimbangi permainan, tetapi malah memberi mereka ruang. Mereka punya pemain depan yang sangat berbahaya, terutama Sidibe, yang mencetak dua gol bagus," tambahnya.

Huistra pun mengakui bahwa hasil ini sangat mengecewakan bagi timnya.

Meski demikian, ia tetap optimis bahwa PSS Sleman harus tetap belajar dari kekalahan ini dan bekerja lebih keras lagi.

"Hasil ini mengecewakan. Tim kecewa, tetapi kami harus belajar, tetap bersatu, dan bekerja lebih keras. Masih ada tiga pekan sebelum laga berikutnya," tutup Huistra.

Secara keseluruhan, meski PSS Sleman menunjukkan permainan yang menjanjikan di babak pertama, mereka harus menghadapi kenyataan bahwa Persis Solo tampil lebih efektif di babak kedua.

Tim harus segera melakukan evaluasi dan perbaikan sebelum pertandingan berikutnya agar bisa keluar dari zona degradasi.

Kesalahan-kesalahan yang terjadi, terutama di lini pertahanan dan dalam mempertahankan keuntungan, harus segera diperbaiki jika mereka ingin bertahan di kompetisi Liga 1 musim ini. (did)

Pengasuh Ponpes Miftahul Umum At-Taufiq KH. Muhammad Khoiron Zaini. (JUNAIDI PONDIYANTO/JPRM)
Pengasuh Ponpes Miftahul Umum At-Taufiq KH. Muhammad Khoiron Zaini. (JUNAIDI PONDIYANTO/JPRM)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo
#pelatih #zona degradasi #persis solo #Brace #moussa sidibe