SOLOBALAPAN.COM - "Melangitkan doa, melangitkan Sambernyawa."
Itulah kata-kata yang dilontarkan oleh komunitas Pagar Hijau Manahan, pendukung setia Persis Solo, yang mengajak seluruh pecinta Laskar Sambernyawa untuk ikut berpartisipasi dalam gerakan sosial yang mereka inisiasi.
Gerakan ini bertujuan untuk mengumpulkan dana tiket pertandingan bagi anak-anak panti asuhan.
Gerakan sosial ini bermula dari kekhawatiran terhadap performa Persis Solo yang masih berjuang di papan bawah klasemen sementara Liga 1.
Melihat kondisi tersebut, Pagar Hijau Manahan menginisiasi sebuah gerakan bertajuk "Sebuah Upaya Mengetuk Pintu-pintu Langit".
Tujuan dari gerakan ini adalah untuk memberikan tiket gratis kepada anak-anak panti asuhan dan santri pondok pesantren, yang nantinya dapat menyaksikan pertandingan Persis Solo melawan Bali United di Stadion Manahan pada 6 Maret mendatang.
Antusiasme dari para pendukung Persis Solo sangat luar biasa. Hal ini terlihat dari semakin banyaknya pihak yang turut berdonasi dalam gerakan ini.
Aditomo, perwakilan Pagar Hijau Manahan, mengungkapkan bahwa seluruh hasil donasi akan digunakan untuk membeli tiket pertandingan dan menanggung akomodasi perjalanan bagi anak-anak dari panti asuhan dan pondok pesantren.
"Nantinya, hasil total dari donasi akan didistribusikan untuk tiket pertandingan serta akomodasi perjalanan bagi teman-teman panti asuhan dan pondok pesantren," ujar Aditomo, seperti dilansir dari laman Bali United.
Aditomo juga menegaskan bahwa seluruh donasi yang terkumpul dan penggunaannya akan dilaporkan secara transparan melalui kanal Pagar Hijau Manahan, sehingga publik bisa memantau perkembangannya.
Berdasarkan pantauan di Instagram, hingga Selasa (4/3), sudah terkumpul Rp 11.715.389 dan donasi masih terbuka hingga Rabu (5/3) pukul 23.59 WIB.
Hasil donasi ini nantinya akan disalurkan kepada beberapa pihak, seperti Pondok Pesantren Yatim Piatu Al-Ikhsan, Panti Asuhan Karuna Putra, SSB STER Solo, dan Tim Popda Kecamatan Laweyan.
Pagar Hijau Manahan juga berkolaborasi dengan elemen-elemen suporter Persis Solo lainnya, seperti Surakartans, Ultras 1923, Garis Keras Sambernyawa, DPP Pasoepati, hingga Sambernyawa Rescue Team.
Mereka semua bersama-sama mendukung gerakan sosial ini.
Selain itu, Pagar Hijau Manahan juga telah berkomunikasi dengan panitia penyelenggara (panpel) pertandingan Persis Solo dan manajemen klub, yang menyambut baik inisiatif ini.
Meskipun manajemen sempat menawarkan tiket gratis, gerakan ini tetap dilaksanakan dengan niat membeli tiket dengan harga terendah di Stadion Manahan, dan para penerima tiket akan ditempatkan di tribun VIP Sayap Utara.
Harapannya, gerakan sosial ini tidak hanya memberikan kebahagiaan bagi anak-anak panti asuhan dan santri, tetapi juga menjadi penyemangat bagi para pemain Persis Solo yang sedang berjuang menjauh dari zona degradasi.
Manajer PS Ster Solo, Fikri, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas gerakan ini dan sangat mendukung inisiatif dari Pagar Hijau Manahan.
Menurutnya, gerakan suporter yang positif seperti ini sangat bermanfaat baik dari sisi donatur maupun anak-anak penerima tiket yang dapat mendukung langsung tim kebanggaan mereka di stadion.
“Saya sangat mengapresiasi inisiasi dari teman-teman Pagar Hijau Manahan ini. Gerakan suporter yang seperti ini sangat bermanfaat dan berguna dilihat dari berbagai sisi.
Dari sisi donatur, mereka bisa berbagi dengan tetap bertujuan mendukung Persis Solo dimanapun mereka berada. Dari sisi anak-anak penerima tiket, mereka sangat senang bisa mendukung tim kebanggaan langsung melalui tribun,” ujar Fikri.
Dengan semangat kebersamaan dan solidaritas yang tinggi, gerakan sosial ini diharapkan dapat memberikan energi positif tidak hanya bagi para pemain di lapangan, tetapi juga bagi seluruh suporter Persis Solo yang mendukung perjuangan tim kesayangan mereka. (nis/did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo