Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Perjuangan PSIM Jogja Raih Gelar Liga 2 dengan Dukungan Persis Solo dan PSS Sleman, Erwan: Mataram Is Love!

Mannisa Elfira • Kamis, 27 Februari 2025 | 22:49 WIB
Pemain PSIM Jogja merayakan juara Pegadaian Liga 2 yang baru didapatnya usai kalahkan Bhayangkara FC di Stadion Manahan.
Pemain PSIM Jogja merayakan juara Pegadaian Liga 2 yang baru didapatnya usai kalahkan Bhayangkara FC di Stadion Manahan.

SOLOBALAPAN.COM - Slogan "Mataram is Love" menjadi sangat terasa dalam perjalanan PSIM Yogyakarta meraih trofi Pegadaian Liga 2 2024/2025 yang digelar di Stadion Manahan, pada Rabu (26/2/2025).

PSIM Yogyakarta, yang dikenal dengan julukan Laskar Mataram, akhirnya memastikan diri keluar sebagai juara Liga 2 Indonesia musim ini.

Setelah pertandingan, PSIM menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada tuan rumah, Persis Solo.

Hal itu karena mereka memberikan izin bagi Laskar Mataram bersama 14 ribu pendukungnya untuk membuat stadion Manahan penuh dengan nuansa biru, serta memberikan kesempatan untuk berjuang di markas mereka.

"Alhamdulillah, sekarang bahasa suporter itu 'Mataram is Love'. Kami mengucapkan terima kasih kepada banyak pihak, termasuk sambutan hangat dari tuan rumah.

Kami juga bersyukur bisa memberikan yang terbaik dalam laga ini," ungkap Pelatih PSIM, Erwan Hendarwanto, setelah pertandingan berakhir.

Hal menarik terjadi saat anthem PSIM Yogyakarta yang berjudul "Aku Yakin Dengan Kamu (AYDK)" bergema di Manahan.

Selain itu, di sela jeda babak pertama, lagu kebanggaan Persis Solo, "Satu Jiwa", juga dinyanyikan oleh ribuan suporter yang hadir.

Fenomena ini mencerminkan kebersamaan luar biasa antara suporter yang hadir, meskipun Persis Solo dan PSS Sleman tidak ikut bertanding pada laga tersebut.

Suporter Laskar Mataram, yang dikenal dengan nama Brajamusti, turut menyanyikan anthem PSS Sleman juga, menggambarkan betapa eratnya hubungan persaudaraan antar klub dengan semangat "Mataram is Love".

Meskipun Persis Solo dan PSS Sleman tidak berada di lapangan, dukungan mereka terhadap PSIM di laga final ini memberikan semangat tersendiri.

Sebelum pertandingan, suporter Persis Solo juga melakukan penjemputan terhadap rombongan suporter PSIM.

Mereka hadir di beberapa titik seperti Prambanan-Klaten Kota, Klaten Kota-Kartasura, hingga Kartasura-Manahan, mengantar perjuangan PSIM melawan Bhayangkara FC untuk memperebutkan gelar juara Liga 2.

Pada akhirnya, PSIM berhasil menuntaskan laga final dengan kemenangan tipis 2-1 atas Bhayangkara FC pada Rabu malam (26/2).

Keberhasilan ini mengakhiri penantian panjang selama 20 tahun tanpa gelar juara.

Erwan Hendarwanto, Pelatih PSIM, mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian ini. Menurutnya, keberhasilan meraih trofi Liga 2 merupakan anugerah, dan ia tak pernah menyangka bisa mengangkat trofi tersebut.

"Ini suratan takdir. Bukan karena kami hebat, tetapi ini rezeki dari Gusti Allah yang patut disyukuri," ujar Erwan.

Erwan juga menambahkan bahwa tugas utama mereka untuk membawa PSIM kembali ke Liga 1 telah terlaksana, dengan tambahan kebanggaan meraih gelar juara.

Meski begitu, terkait kelanjutan perjalanan PSIM di Liga 1, Erwan memilih untuk menikmati kemenangan terlebih dahulu.

"Kami ingin menikmati momen ini. Mengenai lisensi, saya sadar kami belum memenuhi persyaratan. Tapi harapannya, PSIM tetap bisa eksis di Liga 1," tambah Erwan.

Dengan kemenangan ini, PSIM Yogyakarta berhasil merebut gelar juara Liga 2 dan memastikan tiket promosi ke Liga 1.

Publik Jogja tentu berharap agar kedua klub tetangga, PSS Sleman dan Persis Solo, bisa terus bertahan di kasta tertinggi Liga Indonesia musim ini.

Mengingat keduanya kini berada di papan bawah klasemen Liga 1, harapan besar muncul agar mereka bisa memperbaiki posisi dan terus mengharumkan nama daerah Mataram. (did)

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
#persis solo #liga 2 #psim jogja #pss sleman #Mataram is Love